KPU Sumut Siap Hadapi Gugatan JR Saragih

Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara (KPU Sumut) menyatakan kesiapan untuk menghadapi gugatan pasangan Jopinus Ramli (JR) Saragih – Ance Selian yang tidak diloloskan sebagai kontestan pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut.

“Kita menghormati keputusan yang ditempuh pasangan JR Saragih – Ance Selian. Namun, semua keputusan yang kita ambil dalam menetapkan pasangan calon sudah melalui berbagai proses,” ujar Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga, Rabu (14/2).

Benget mengatakan, mekanisme yang dilakukan dalam menetapkan pasangan calon, secara teknis meski itu kewenangan KPU namun juga melibatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pelibatan ini untuk menghormati Bawaslu sebagai badan pengawas.

“KPU tetap menjunjung tinggi proses penegakan hukum, dan menghargai gugatan yang diajukan JR Saragih – Ance Selian. KPU Sumut siap menghadapi gugatan dan putusan hukum. Saat ini, kami tidak bisa berandai – andai atas putusan itu,” katanya.

Sebelumnya, KPU Sumut tidak meloloskan pasangan calon gubernur, Jopinus Ramli (JR) Saragih – Ance Selian dalam kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) periode 2018 – 2023. Dengan demikian, pesta demokrasi di daerah tersebut hanya diikuti pasangan Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus (Djoss) dan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah (Eramas).

“Sesuai dengan surat Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Nomor 1454/1.851.623 Tanggal 22 Januari 2018 pada poin empat menyatakan bahwa Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta tidak pernah melegalisir atau mengesahkan ijazah atau STTB SMA Nomor 1 OC Oh 0373795 Tahun 1990 atas nama Jopinus Saragih,” ujar Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga di Hotel Grand Mercure di Medan, Senin (12/2).

Dalam rapat pleno Rapat Pleno Terbuka Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023 tersebut, Benget menyebutkan, salah satu dari persyaratan yang harus dimiliki dan dilengkapi setiap pasangan calon gubernur sesuai dengan peraturan perundang – undangan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) itu adalah ijazah.

JR Saragih yang diusung Partai Demokrat (14 kursi DPRD Sumut), PKB (3 kursi) dan PKPI (3) kursi), tidak melengkapi persyaratan yang diminta penyelenggara pemilu tersebut, merasa kecewa dengan keputusan penyelenggara pemilu itu. Di hadapan ratusan pendukung maupun wartawan, JR Saragih bersama pasangannya Ance Selian, terlihat menangis.

“Keputusan KPU Sumut itu sudah sangat mengecewakan. Kita akan menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan. Ijazah yang dipersoalkan oleh KPU sehingga menggugurkan pasangan JR Saragih – Ance Selian, sudah ada keterangan dari departemen melalui dinas pendidikan, yang diserahkan pada 19 Januari kemarin. Alasan yang mereka sampaikan itu dipertanyakan,” sebutnya.

143total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *