KPU Diusulkan Pakai Kotak Suara Transparan di Pilkada 2018

Wakil Ketua Komisi II DPR Fandi Utomo memberikan saran kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menggunakan kotak transparan di Pilkada 2018 mendatang untuk mengganti kotak suara yang rusak.

Komisi II menanyakan KPU apakah kotak suara transparan dapat digunakan di Pilkada 2018 mendatang atau tidak.

“Kita di UU Pemilu kotak suara diatur transparan. Bagaimana pertimbangan Pemilu dimulai Pilkada sudah diatur?” kata Fandi saat menggelar rapat bersama KPU di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Politikus Partai Demokrat ini lalu mengusulkan kepada KPU soal penggunaan kotak suara transparan.

Menurutnya, penggunaan kotak suara transparan di Pilkada 2018 bisa menghemat anggaran pelaksanaan Pemilu 2019.

Ketentuan untuk memakai kotak suara transparan juga telah diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang baru disahkan.

Namun DPR tidak mau memaksakan KPU harus menggunakan kotak suara transparan. Pasalnya, KPU telah melakukan penelitian terkait kotak suara yang cocok digunakan di Pilkada 2018.

“Terserah KPU, itu kan usulan DPR, diterima KPU tetapi sejauh KPU membuat kajian, membuat penelitian terhadap efektivitas dan efisiensi penyelenggaraannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman mengaku akan mempertimbangkan usulan DPR soal penggunaan kotak suara transparan. Pasalnya penggunaan kotak suara transparan memiliki kendala dalam pembongkaran.

“Kami akan menghitung karena ketika akan digunakan lagi 2019 kita harus melakukan pembongkaran kotak untuk mengeluarkan isinya. Jadi membongkar kotak mengeluarkan biaya,” kata Arief.

87total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *