KPK Tunggu Penjelasan Dokter RSPAD Terkait Catatan Medis Irman

0

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengaku masih menunggu penjelasan dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto terkait penyakit yang diderita oleh Irman, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Irman disebut mengalami muntaber sejak Kamis (6/7/2017) lalu. Sehingga harus menjalani rawat inap di RSPAD guna memulihkan kondisi badannya.

 Lantaran Irman sakit, sidang lanjutan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP ditunda oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, meski terdakwa yang lain, Sugiharto hadir di persidangan.

Sidang lanjutan perkara e-KTP itu menggagendakan pembacaan nota pembelaan atau pledoi dari Irman dan Sugiharto, serta tim penasihat hukum.

Alhasil sidang ditunda dan kembali dilanjutkan pada Rabu (12/7/2017) esok.

“Kami masih fokus agar besok Rabu, proses persidangan bisa berjalan sehingga tahapan lebih lanjut bisa selesai,” kata Febri, Selasa (11/7/2017).

Febri Diansyah mengatakan hingga kini pihaknya belum mendapat informasi dari dokter RSPAD, yang menangani Irman, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, soal catatan medisnya.

“Kami masih tunggu pihak dokter apa sebenarnya penyebabnya. Karena memang hanya dokter yang bisa menyampaikan,” ujar Febri.

Febri menyatakan baru mendapat informasi bila Irman ada masalah pada pencernaannya. Pihak KPK tentunya ingin mengetahui secara rinci penyebab sakit yang diderita Irman.

Selama dirawat sekitar lima hari, pihak RSPAD belum mengirimkan surat dokter, terkait penjelasan penyakit yang dialami Irman.

“Perlu kita lihat rinci sebenarnya penyebabnya apa. Apa penyebabnya minuman, makanan, jadwal atau ada faktor-faktor yang lain. Tentu itu lebih tepat penjelaskan dari perspektif medis,” bebernya.

‎Irman disebut-sebut keracunan usai meminum air kemasan. Febri enggan berspekulasi soal dugaan tersebut. Menurut Febri, penyebab sakitnya Irman hingga harus dirawat itu, perlu diketahui dari pihak dokter.

 “Manusia kan bisa sakit. Tentu kita harus mengetahui penyebab sakitnya. Itu yang sedang kami tunggu juga jawabannya dari dokter,” imbuh Febri.

Mengenai makanan dijelaskan Febri, para tahanan selalu menerima makanan yang telah disediakan oleh pihak KPK.

Selain itu, para tahanan juga bisa menerima makanan yang dibawakan oleh pihak keluarga saat waktu besuk.

Makanan-makanan yang dibawa keluarga terlebih dahulu dicek satu per satu oleh petugas tahanan.

Irman dan Sugiharto sebelumnya telah dituntut masing-masing tujuh dan lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

Terdakwa Irman juga dikenai pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar 273.700 dolar Singapura, 6.000 dolar Singapura dan Rp 2,4 miliar.

Sementara Sugiharto dikenai pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar Rp 500 juta.

119total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply