Ketum Perindo Dikriminalisasi, PP Muhammadiyah: Hary Tanoe Harus Tempuh Prapradilan

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Syaiful Bakhri menilai, pesan singkat yang dikirim oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) kepada Jaksa Yulianto tidak ada unsur mengancam.

Menurut Syaiful, seseorang dikatakan tersangka tidak mudah. Karena harus melalui anasir-anasir dari pembuktian. “Baik barang bukti dan alat bukti harus dikonstruksi dengan baik-baik secara adil dan jujur maka bisa dibuktikan orang tersangka. Sangat tidak mudah prosesnya,” tuturnya kepada Okezone.

Syaiful juga menyoroti terkait pernyataan sesumbar Jaksa Agung, HM Prasetyo kepada awak media yang menyebut Hary Tanoe sebagai tersangka. Padahal Bareskrim Polri baru menetapkan sebagai saksi terlapor.

“Jaksa agung menggelar konfrensi pers (berbicara dengan awak media) sangat tendensius. Jaksa agung harus profesional dan independen,” kata Syaiful.

“Itu kan sangat ilusionir lah, karena cuma kalimat dalam SMS dianggap mengancam. Jadi saya kira Hary Tanoe harus melakukan tindakan pra peradilan terhadap itu supaya bisa dibuktikan oleh pengadilan,” tutur Saiful.

Tokoh Muhammadiyah tersebut juga menyesalkan status tersangka yang disematkan suami Liliana Tanoesoedibjo tersebut. “Sangat mudah sekali menentukan orang sebagai tersangka kan enggak benar. Masak dengan SMS merasa terancam,” tuturnya.

182total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *