Ketika Presiden Jokowi Pilih Tidur di Hotel Melati

Presiden Joko Widodo lagi-lagi kembali membuat kejutan dengan sikap yang tak biasa dilakukan oleh presiden pada umumnya.

Kali ini, usai membagikan ribuan sertifikat tanah dan menyerahkan bantuan program keluarga harapan kepada tiga ribu kepala keluarga (KK) serta KIP kepada 1245 siswa di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, Rabu 7 Februari 2018, Jokowi malah memilih penginapan kelas Melati bersama Ibu Negara Iriana.

Penginapan yang dipilih Jokowi adalah Hotel Jakarta Indah yang berada di Jalan Lintas Sumatra kilometer 1, Sungai Dareh, Kabupetan Dharmasraya.

Penginapan sederhana dengan kisaran harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per malam ini, kerap disinggahi para sopir truk dan sopir kanvas yang hendak beristirahat setelah menempuh perjalanan, baik dari dalam maupun luar Sumatra Barat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya sendiri sebelumnya sudah mempersiapkan sejumlah fasilitas, termasuk penginapan, guna menyambut kedatangan Jokowi yang juga akan menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional di Kota Padang pada 9 Februari 2018.

“Semua sudah kami siapkan. Malahan Pak Jokowi saya tawarkan untuk menginap di rumah dinas bupati. Kamarnya pun sudah disiapkan. Namun, beliau menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan dan membebani Pemda. Ini di luar dugaan kita,” kata Bupati Dharmasraya, Sutan Riska, Kamis, 8 Februari 2018.

Sehari sebelum Jokowi berkunjung ke Dharmasraya, pihak Paspampres maupun pihak Istana mengabarkan, jika Jokowi tidak ingin menginap di rumah dinas, dan lebih memilih tidur di penginapan yang ada.

“Pak Jokowi berpesan, apa pun bentuk dan kondisi hotelnya, ia tetap akan tidur dan istirahat di sana dan tidak mau tidur di rumah dinas. Pun demikian dengan biaya penginapan, Pak Jokowi juga tidak ingin Pemda yang bayar,” tambah Sutan.

Sebagai Kepala Daerah, Sutan menilai sikap yang dicerminkan oleh Jokowi tersebut patut dicontoh. Dengan menginap di penginapan kelas Melati, Jokowi sudah membuktikan jika seorang pemimpin tidak harus selalu difasilitasi dengan mewah.

“Jokowi memberikan pelajaran jika seorang pemimpin atau pejabat tidak harus difasilitasi dengan mewah. Namun sebaliknya, harus mampu menunjukkan sikap merakyat,” ujar Sutan.

Selama berada di Sumatra Barat, Jokowi akan menghadiri rangkaian kegiatan puncak peringatan Hari Pers 2018. Selain itu, ia juga melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Daerah seperti Kabupaten Dharmasraya, Kota Solok dan Tanah Datar.

61total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *