Kepemilikan Sabu Pejabat Kanwil Pajak Harus Diusut Tuntas

Oknum pejabat Dirjen Pajak di Kantor Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Kanwil Suluttenggomalut) ditangkap tim Resmob Polda Sulut, terkait dengan kepemilikan 30 gram sabu-sabu. Menyingkapi masalah ini, Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta agar kasus tersebut diusut tuntas. Semua dilakukan agar tidak ada lagi pejabat pemerintah yang terbelit kasus narkoba.

“Harus ditelusuri, apakah dia sekadar pemakai atau tidak. Jangan-jangan dia pemasok narkoba untuk sekelompok orang. Saya selaku anggota Komisi III meminta Polri, BNN, dan PPATK memeriksa secara serius,” kata Ahmad Sahroni di Jakarta, Jumat (20/10).

Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi Penilaian Dirjen Pajak Kanwil Suluttenggomalut, Wahyu Nugroho, ditangkap dan dibawa ke Polda Sulawesi Utara atas kepemilikan sabu-sabu. Wahyu ditangkap tim Resmob Polda Sulut dan ditemukan barang bukti sebanyak 30 gram sabu-sabu.

Penangkapan tersebut menjadi pelajaran bagi Ditjen Pajak yang pada Mei 2016 berkomitmen untuk perang terhadap narkoba. Ketika itu, sebanyak 3.205 pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menjalani tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Seluruh pegawai, mulai dari Direktur Jenderal Pajak hingga jajaran pejabat eselon I dan II diperiksa. Bahkan, pemeriksa pajak tidak luput dari tes urine yang dilakukan secara terbuka ini. Setelah kejadian tersebut, Sahroni juga meminta kepada BNN untuk kembali melakukan tes urine.

Semua dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. “BNN harus kembali melakukan tes urine untuk memastikan tidak adanya lagi penyalahgunaan narkoba. Semuanya harus diperiksa, mulai dari staf biasa hingga eselon I dan Dirjen Pajak sebagai pemberi contoh harus menjalani tes urine,” ucapnya.

49total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *