‘Kemenangan di Pilgub Jabar, Keniscayaan buat Prabowo’

Jawa Barat punya kenangan manis bagi Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto. Meski kalah di Pilpres 2014, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa berjaya di Jawa Barat karena unggul telak atas Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Dari latar belakang tersebut, Gerindra ingin memaksimalkan suara calon yang diusungnya demi kemenangan di Pilgub Jawa Barat. Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani menekankan kemenangan di Jawa Barat mutlak bagi Gerindra demi menuju Pilpres 2019.

“Karena di situlah Pak Prabowo menang besar di Pemilu 2014 sehingga bagi Gerindra, Jawa Barat adalah halaman depan bagi partai kami, bagi calon presiden kami. Karena kemenangan Pemilihan Gubernur Jawa Barat adalah sebuah keniscayaan buat kami, Gerindra dan Pak Prabowo,” kata Ahmad Muzani kepada VIVA.co.id, Selasa, 19 September 2017.

Bagi Muzani, Gerindra punya strategi tersendiri untuk Jawa Barat. Tanah Pasundan menjadi daerah khusus agar kenangan manis tiga tahun lalu terulang di Pilpres 2019. Makanya, Gerindra selektif mengusung figur yang akan bertarung di Jawa Barat.

“Tentu saja kami harus hati-hati untuk menentukan figur di Jawa Barat,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPP Gerindra Sodik Mujahid. Kemenangan di Pilgub 2018 bisa menjadi tiket awal untuk merengkuh suara di Pilpres 2019. Memang tak mudah, karena Pilgub Jabar punya ukuran jumlah pemilih terbesar dibanding daerah lain.

Selain itu, tolak ukur lain yaitu politik menuju Pilgub Jabar juga masih dinamis hingga sekarang. Meski sudah mengusung Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Gerindra masih menimbang calon pendampingnya yaitu Ahmad Syaikhu.

Menurut dia, suara internal Gerindra yang belum sreg dengan nama Syaikhu dinilai masih wajar dalam dinamika politik.

“Semuanya berproses. Tapi, kemenangan di Pilgub Jabar menjadi target kami tentunya. Ini semua demi rangkaian menuju Pilpres,” tuturnya.

Untuk diketahui, pada Pilpres 2014, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengungguli Jokowi-JK di Jawa Barat. Adapun Jabar merupakan daerah yang jumlah pemilihnya tertinggi se-Indonesia.

Dalam rekapitulasi KPU Jabar, Prabowo-Hatta yang juga pasangan nomor urut satu ketika itu memperoleh 14.167.381 suara atau 59,78 persen. Sementara pasangan Jokowi-JK mendapatkan 9.530.315 suara atau setara 40,22 persen.

Total pengguna hak suara di Jabar pada Pilpres 2014 sebanyak 23.990.089 orang dengan suara tak sah mencapai 292.393 suara.

174total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *