Kekerasan dan Fanatisme Tidak Boleh Ada Dalam Berpolitik

Melalui Rapat Koordinasi Kerawam, ‎Uskup Keuskupan Jayapura, Mrg Leo Laba Ladjar mengatakan dalam berpolitik orang-orang kristiani harus merasa terpanggil untuk berpedoman pada Pancasila dan membangun sistem pemerintahan yang demokratis pancasilais.

“Bagi orang-orang Kristiani, segala bentuk kekerasan dan paksaan, fanatisme dan egosisme kelompok mestinya tidak boleh ada dalam berpolitik,” ucap Mgr Leo Laba Ladjar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kerawam Keuskupan Regio Papua di Auditorium Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua, Jumat (16/2/2018) kemarin.

Mgr Leo Laba Ladjar melanjutkan yang harus ada dalam berpolitik ialah membangun kerukunan dan damai dalam hubungan antaragama dan budaya, menghormati martabat luhur manusia dengan segala hak asasinya, menegakkan kebenaran dan keadilan.

Termasuk pula mengusahakan kesejahteraan bersama dengan mengutamakan kelompok- yang tersisih dan terpinggirkan karena berbagai macam faktor penyebab.

“Mereka yang menginginkan kuasa dan jabatan, mereka itu tidak salah karena yang mereka inginkan itu suatu yang mulia untuk melayani seluruh masyarakat. Karena itu cara mendapatkan kuasa dan jabatan pun haruslah cara-cara yang bermartabat. Dalam hal itulah, iman kita berperan sebagai terang yang menerangi akal budi kita untuk memilih cara-cara yang baik dan bermartabat,” paparnya.

‎Diketahui Kerawam Keuskupan Regio Papua menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kerawam Keuskupan Regio Papua di Auditorium Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua.

Acara ini dibuka oleh ‎Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, Jumat ( 16/2/2018) kemarin. Selain Rakor‎, digelar juga Seminar Nasional dengan tema : Peran Umat Katolik Dalam Pembangunan Politik di Tanah Papua.

Sebelum dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua, acara ini telah diawali dengan misa pembukaan yang dipimpin oleh Mgr Aloysius Murwito, OFM dilanjutkan ‎dengan pengarahan dari Bapa Uskup Keuskupan Jayapura, Mrg Leo Laba ladjar, OFM.

Acara ini turut menghadirkan beberapa pembicara seperti Kiki Syahnarki (Ketua Yayasan Jati Diri Bangsa), AM Putut Prabantoro (Presidium ISKA), Restu Hapsari (Tokoh Perempuan Katolik dan Aktivis Perempuan)‎.

Latifa Anum Siregar (Aktifis HAM Papua), Kombes Pol Sri Suari (Humas Mabes Polri), Rama Siswantaka, PR (Sekretaris Eksekutif Kerawan KWI), Mulyawan Margadana (ISKA), dan Pater Yulianus Bidau, PR (ketua Komisi Kerawam keuskupan Jayapura).

93total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *