Kata LAPAN Soal Perubahan Cuaca Ekstrem di Indonesia

Masyarakat Indonesia beberapa bulan belakangan ini diimbau untuk mewaspadai adanya perubahan cuaca ekstrem, seperti hujan deras disertai angin kencang. Apalagi, disusul dengan adanya siklon tropis Cempaka dan Dahlia.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN ), Thomas Djamaluddin memaparkan bahwa cuaca ekstrem saat ini cenderung berkurang lantaran tidak adanya badai tropis di sekitar Indonesia.

Potensi cuaca ekstrem, kata Thomas biasa terjadi disaat musim hujan yang sifatnya berkenaaan dengan waktu-waktu tertentu atau temporal. Menurutnya, hal itu bergantung pada pembentukan awan kumulonimbus atau awan hujan yang menjulang.

“Pada saat terjadi badai tropis (siklon Cempaka dan Dahlia) selain hujan yang ekstrem juga disertai angin kencang,” kata Thomas saat berbicang dengan Okezone, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Lebih dalam, Thomas memperkirakan cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang di Indonesia berpotensi masih terus terjadi selama musim hujan berlangsung.

“Potensi itu ada sepanjang musim hujan, khususnya saat matahari ada di belahan Selatan (November – Februari),” ucap dia.

Disisi lain, Thomas menegaskan bahwa gempa bumi yang mengguncang beberapa kota di Jawa Barat dua hari yang lalu, tidak terkait dengan adanya perubahan cuaca yang ekstrem.

“Gempa tidak terkait dengan cuaca dan tidak dapat diperkirakan waktu dan tempatnya,” jelas dia.

98total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *