Kasus Pupuk, KPK Tahan Pejabat Perhutani

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Kepala Biro Pembinaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani unit I Jawa Tengah periode 2010-2011 Bambang Wuryanto, Jumat (4/8). Bambang diketahui telah menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk urea tablet di Perum Perhutani unit I Jawa Tengah Tahun anggaran 2010-2011.

Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, penahanan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus yang menjerat Bambang sebagai tersangka. Bambang, kata Yuyuk ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari ke depan.

“Penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka BW (Bambang Wuryanto) selama 20 hari pertama di Rutan Pomdam Jaya Guntur,” kata Yuyuk di Jakarta, Jumat (4/8).

Diketahui, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk urea tablet di Perum Perhutani Unit I, Jawa Tengah, KPK telah menetapkan lima orang tersangka. Para tersangka itu, yakni Heru Suswanto kepala Perum Perhutani I Jawa Tengah (Jateng) periode 2010/2011 dan Teguh Hadi Siswanto kepala Perum Perhutani unit I Jateng periode 2012/2013.

Selain itu, KPK juga menetapkan Asep Sudrajat Sanusi Dirut PT Berdikari periode 2010/2011, Bambang Wuryanto, Kabiro pembinaan sumber daya hutan Perum perhutani unit I Jateng periode 2010/2011, dan Librato El Arif Dirut PT Berdikari Persero periode 2012/2013 sebagai tersangka kasus ini.

Heru Suswanto, Asep Sudrajat dan Bambang Wuryanto diduga telah melakukan korupsi pengadaan pupuk urea tablet di Perum Perhutani pada tahun 2010-2011. Sedangkan Librato el Arif dan Teguh Hadi Siswan diduga melakukan hal yang sama namun untuk periode 2012-2013.

Kelimanya disangka menggelembungkan harga pupuk dan mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 10 miliar.

112total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *