Kapolri Perintah Tembak Mati Bandar Narkoba, LBH: Jangan Sampai Meniru Filipina!

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bertindak tegas dengan menembak mati bandar narkoba yang melawan saat akan ditangkap. Terkait hal ini, Direktur LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa memuji tindak tegas Kapolri dalam upaya mengatasi maraknya peredaran narkoba di Indonesia. Namun dia mengingatkan kepolisian untuk bertindak sesuai koridor hukum agar tak terkena masalah Hak Asasi Manusia (HAM).

“Setiap anggota kepolisian harus sesuai dengan koridor hukum. Penggunaan upaya paksa, tindakan kekuatan, dan penggunaan senjata api harus sesuai dengan koridor hukum dan hak asasi manusia,” kata Alghiffari kepada Okezone, Rabu (28/3/2018).

Ia menjelaskan bahwa penggunaan senjata api juga sudah diatur dalam Perkap 8/2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM juga Perkap 1/2009 tentang Penggunaan Kekuatan. Sehingga segala tindakan harus dilakukan dengan prinsip proporsional.

“Jangan sampai ada excessive used of forced atau extra judicial killing. Jangan sampai meniru Filipina dalam penanganan narkoba karena itu contoh yang sangat buruk dan dikecam oleh lembaga HAM dunia,” terang dia.

Selain itu, Alghiffari juga menyatakan, masalah narkoba merupakan masalah yang sangat serius dan dirinya pun menilai masyarakat sangat mendukung tindakan kepolisian itu tanpa mengabaikan unsur HAM didalamnya.

“Narkoba merupakan permasalahan yang sangat serius dan tidak disukai oleh masyarakat. Dukungan dari masyarakat jangan sampai disalahartikan dengan membenarkan tindakan di luar hukum dan HAM,” pungkasnya.

Kapolri meminta jajarannya untuk langsung menembak mati para bandar narkoba yang mencoba melawan saat hendak ditangkap. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus memberangus peredaran narkobat di Tanah Air.

“Saya juga tidak lupa sampaikan instruksi saya kepada jajaran Polri untuk bandar narkoba itu jantung jaringan kalau jantung selesai jaringannya melemah. Saya perintahkan tindak tegas kalau perlu tembak mati kalau melawan,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 27 Maret 2018.

Dewasa ini, kata Tito, aparat kepolisian tengah menyoroti kasus tindak kejahatan narkoba. Apalagi, sambung Tito, Indonesia sedang mengalami darurat narkotika, dan yang menjadi incaran adalah generasi muda.

“Narkoba atensi kami karena masalah serius buat kita,” ucap Tito.

103total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *