Kapolri Lihat Tren Bagus Selama 5 Hari Penerapan Aturan Ganjil-Genap

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengevaluasi penerapan aturan ganjil-genap di gerbang tol (GT) Bekasi Timur dan Bekasi Barat Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (16/3). Dia mengatakan, penerapan sistem ganjil-genap sejak lima hari lalu, mampu mengatasi kepadatan di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Selain penerapan sistem ganjil-genap, pemerintah juga menerapkan paket kebijakan pengaturan kendaraan golongan III-IV dan V serta kebijakan lajur khusus angkutaan umum dan bus. Ketiga paket tersebut dinamakan program Green Line.

“Selama lima hari penerapan ganjil-genap, kita lihat tren yang bagus,” ujar Tito Karnavian, di Posko Program Green Line, Mega Bekasi City, Bekasi Selatan, Jumat (16/3).

Dia menjelaskan paket kebijakan tersebut membuat warga Kota Bekasi dan sekitarnya berangkat lebih awal dan beralih menggunakan gerbang tol lain.‎ Paket kebijakan ini, efektif dalam mengurai kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek.

Kendaraan pribadi yang pelat nomornya dilarang masuk Ke GT Bekasi Timur dan Bekasi Barat, sejak pukul 06.00-09.00 WIB, menyiasati dengan keberangkatan waktu lebih awal atau menghindari masuk ke GT Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

“Sistem ganjil-genap, terjadi pemerataan, penyebaran waktu, tadinya jam 06.00 sampai jam 09.00 menjadi lebih cepat sedikit lah, jam 05.00-06.00,” katanya.

Para pengendara memilih beberapa GT yakni GT Cikunir 2, Cikunir 3 dan GT Tambun (Grandwisata) untuk menghindari penerapan sistem ganjil-genap sehingga terjadi penurunan beban kendaraan sebanyak 40-50 persen. “Ini membuat kecepatan arus lalu lintas menjadi lebih lancar,” tuturnya.

Kendaraan bisa dipacu dengan kecepatan mencapai 60 km/jam setelah diberlakukannya program tersebut.

81total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *