KAMMI Salut dengan Respon Cepat Pemerintah Bantu Etnis Muslim Rohingya

Kasus penindasan yang dialami etnis muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar, dikecam berbagai pihak di belahan dunia. Di Indonesia, reaksi cepat ditunjukan pemerintah melalui Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) yang meluncurkan program Humanitarian Assistance for Sustainable Community (HASCO) untuk Myanmar.

Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan bagi rakyat Myanmar di bidang peningkatan kapasitas, pengiriman tenaga kerja, livelihood, dan pemulihan. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, program tersebut hadir atas kerjasama yang baik antara pemerintah dengan organisasi sosial kemasyarakatan.

Melihat respon cepat pemerintah, Sekjen Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Irfan Ahmad Fauzi bersyukur. “Kami mengapresiasi dan berterimakasih atas peran pemerintah. Bahkan kami berbangga, karena sudah sepantasnya melakukan hal itu,” kata Irfan kepada Okezone, Jumat (1/9/2017).

Tak hanya pemerintah, Irfan juga berharap ada respon serupa dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang mana Myanmar salah satu bagian dari organisasi negara asia tenggara tersebut.

“Kita juga mendesak ASEAN. Kalau Myanmar tetap memperlakukan seperti itu (etnis Muslim Rohingya, red), harus dikelauarkan dari anggota ASEAN,” tegas Irfan.

Rencananya, organisasi yang lahir pada 29 Maret 1998 ini, dalam waktu dekat akan turun ke jalan, untuk mendesak ASEAN untuk segera bergerak cepat menghentikan penindasan etnis Muslim Rohingya.

Diketahui, Sebanyak 11 organisasi sosial kemasyarakatan memberikan bantuan. Sejauh ini, Indonesia telah memberikan bantuan berupa empat sekolah senilai USD1 juta di komunitas Muslim dan Buddha di Rakhine State yang diresmikan pada 2014, 10 buah kontainer berisi makanan dan pakaian yang diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), serta 2 sekolah di Sittwe, Rakhine State, yang diresmikan pada Januari 2017.

90total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *