Kalau Mau Jadi Negara Maju, Ini Cara Hadapi Isu Kebangkitan PKI

Pengamat pertahanan dan intelijen Universitas Padjadjaran (UNPAD), Muradi berpendapat, bangsa Indonesia harus segera meninggalkan kekhawatiran pada isu komunisme dan berbagai sejarah kelam yang bertalian.

Meski sepakat dengan semboyan “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” yang pernah diutarakan Presiden Soekarno, Muradi memandang banyak hal yang lebih penting untuk dijadikan fokus, terutama terkait dengan upaya-upaya mendorong kemajuan bangsa.

“Bayangkan, kita harusnya sudah maju puluhan langkah ke depan, tapi sekarang, dengan persepsi yang dibangun semalam, kita jadi mundur lagi. Jadi bangsa yang mundur kita,” tutur Muradi kepada Okezone, Selasa (19/9/2017).

Muradi mengatakan, bangsa Indonesia sebaiknya menggunakan energi yang dimiliki untuk membenahi berbagai persoalan bangsa yang lebih nyata semisal ancaman narkoba, terorisme dan korupsi.

“Kita bayangkan ya, ancaman nyata pada bangsa ini sebenarnya itu bagaimana menata kelola negara kan. Ancaman nyatanya apa coba? Korupsi, terorisme, kejahatan antar negara, itu kelihatan di muka dan kita rasakan,” kata Muradi.

“Kalau ini sudah beres, saya pikir kita akan melenggang sebagai bangsa yang besar. Janganlah kita masih terjebak di wilayah yang sampai hari ini tidak selesai-selesai,” tambahnya.

Muradi mengaku yakin, isu komunisme bukan lagi ancaman. Menurut dia, peristiwa pengepungan Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta adalah perbedaan persepsi antar banyak golongan masyarakat. Untuk itu, Muradi meminta pemerintah kembali mempertegas posisinya dalam isu terkait komunisme ini.

“Saya merasa itu adalah persepsi yang kemudian diada-adakan. Jadi buat saya, aksi kemarin itu sama-sama dalam posisi yang tidak pas, yang di dalam maupun yang di luar. Yang di dalam, merasa penting untuk mengurai sejarah yang lalu, yang di luar merasa itu hal yang mengancam. Yang penting, negara punya persepsi itu tidak,” kata Muradi.

“Negara harusnya menunjukkan kepada publik bagaimana persepsi negara. Yang seperti itu harus bisa ditunjukkan, bahwa bangsa ini jangan lagi dibenturkan dengan isu-isu lama, supaya tidak makin serius, supaya bangsa ini tidak saling bertikai,” kata Muradi.

59total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *