Kajari Bontang Perintahkan Jaksa Cantik Ini Eksekusi Dody Rondonuwu

Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Negeri Bontang, Agus Kurniawan sudah memerintahkan Kepala Seksi Pidana Khusus Novita Elizabet untuk menyiapkan administrasi berita acara penahanan Dody Rondonuwu.

Jika Dody memenuhi panggilan jaksa untuk melaksanakan putusan kasasi yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA), akan dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan), terhitung mulai Senin (20/11) pekan depan.

‎Agus memberi respon positif, jika terdakwa Dody Rondonuwu (Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim/non aktif), menyatakan siap memenuhi panggilan dan menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA). ‎

Perintah putusan MA, menahan terdakwa di Rumah Tahanan Negara (Rutan).

“Senin (20/11) saya ada kegiatan rapat dengan Kajari se Kaltim. Tapi Kasi Pidsus (Novita Elizabet) ada di kantor,” kata Agus, yang menghubungi Tribun, via what’s up, Jumat (17/11/2017).

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Bontang Novita Elizabet melaporkan ke Kejati Kaltim, terkait keluarnya putusan kasasi Dody Rondonuwu (Wakil Ketua DPRD Kaltim).

Ia juga menyerahkan salinan putusan ke Kejati Kaltim, melalui Wakil Kepala Kejati Kaltim, M Yusuf.

‎Dalam Amar putusan Nomor : 739 K/PID.SUS/2017 tanggal 10 Oktober 2017 disebutkan, permohonan kasasi yng diajukan Mahkamah Agung ditolak.

Permohonan kasasi dari pemohon kasasi/terdakwa (Dody Rondonuwu).

Dalam putusan itu, manjelis hakim yang dipimpin Salman Luthan didampingi Syamsul Rakan Chaniago dan MS Lumme, memerintahkan terdakwa Dody Rondonuwu ditahan dalam rumah tahanan negara.

“Administrasi surat-surat sudah kita siapkan (untuk mempercepat ‎proses eksekusi penahanan hasil putusan MA tingkat kasasi),” lanjut Agus.

Agus berharap, jika yang bersangkuta kooperatif dan memenuhi panggilan Kejari Bontang, proses eksekusi bisa lebih mudah dan cepat selesai.

“Silahkan saja (Dody) tetap datang hari Senin nanti (20/11),” kata Agus mengingatkan.

Mahkamah Agung mengeluarkan putusan kasasi untuk terdakwa Dody Rondonuwu yang juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim.

Salinan putusan kasasi, menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun serta denda sebesar sebesar Rp 50 juta. Jika denda tidak dibayarkan diganti dengan dengan kurungan selama 3 bulan. Dan uang pengganti sebesar Rp 218.359.950 (uang sudah dikembalikan terdakwa).

Sebelumnya, Dody Rondonuwu sempat menghubungi Tribun, Kamis (16/11) malam. Ia menyatakan bersedia memenuhi panggilan Kejari Bontang, Senin (20/11) pekan depan.

Hanya saja, ia sempat mempertanyakan. Dalam perkara yang hampir dua periode ia menjabat sebagai anggota DPRD Kaltim, untuk mencari keadilan. Pasalnya, kasus ini terkait dengan Peraturan Pemerintah No 110 Tahun 2003.

“Saya siap datang. Dan hampir dua periode saya menjabat di Dewan, tersandung kasus ini terus. Saya mencari kebenaran (dalam‎ kasus ini) bukan mencari keadilan,” tutur Dody.

Sementara, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis ditemui Tribun, kemarim malam meyakini, Dody Rondonuwu akan kooperatif menjalani putusan kasasi.

“Kan kemarin kabarnya dia DPO (Daftar Pencarian Orang). Diacara partai seperti Rakerda, dia datang tuh. Berarti memang dia tunggu putusan Kasasi. Saya yakin dia kooperatif. Saya tahu banget Ketua saya. Dia itu gentlemen (bersikap berani),” kata Ananda, anak politisi senior PDI-P Emir Moeis.

43total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *