Joncik Pastikan Tiket Maju Pilkada Empat Lawang

Pasangan Joncik Muhammad dan Yulius Maulana yang maju dalam pilkada Empat Lawang, Sumsel, sudah memastikan diri mendapat tiket untuk maju dalam pilkada Empat Lawang.

Keduanya, sudah mendapat kursi dukungan yang cukup. Dukungan berasal dari dua partai, Partai Amanat Nasional (PAN), dan PKPI.

“Dua partai ini sudah memberi rekomendasi. Jadi jumlahnya sudah cukup untuk bisa diusung,” sebut Joncik.

Kedua parpol, kata dia, sudah merestui mereka berpasangan. Mudah mudahan, sebut dia, nantinya menyusul dukungan dari partai politik lain, salah satunya PDIP.

Dikatakan dia, selain Partai Amanat Nasional (PAN), juga mendapat rekomendasi. Bahkan, dari PKPI, sebut Joncik dia sudah mendapat surat keputusan (SK) yang sudah diteken Ketum PKPI, Hendro Priyono.

Dikatakan Joncik, untuk di Empat Lawang, dia sudah melakukan komunikasi pada hampir seluruh partai politik yang ada kursi parlemen. Untuk di Kabupaten Empat Lawang, kata Joncik, jumlah kursi DPRD ada sebanyak 35.

Selanjutnya, untuk sosialisasi kepada masyarakat, mereka berdua sudah berbagi tugas. Kadang mereka bersama menemui konstituen, dan kadang secara sendiri untuk lebih mengenalkan diri dan bertemu kepada masyarakat menyampaikan program kedepan jika dipercaya sebagai bupati di Kabupaten Empat Lawang.

Disebut Joncik, jika dia terpilih sebagai Bupati Empat Lawang, salah satu yang diangkat yakni lebih mengangkat potensi pariwisata. Karena di Empat Lawang, ada berbagai potensi wisata, apakah wisata alam, seperti air terjun, wisata kuliner, wisata religius.

Ini menjadi tugas pemerintah untuk menginformasikan kepada masyarakat umum, kalau di sana ada wisata yang menarik. “Kita ingin pariwisata merupakan salah satu penyumbang PAD di Kabupaten Empat Lawang, dan umumnya di Indonesia,” katanya.

Program unggulan dia, salah satu yakni masalah keamanan. Dia punya target dalam enam bulan, Kabupaten Empat Lawang harus sudah aman. Kalau dalam waktu enam bulan itu tidak tercapai, kata dia, maka dia bersama Yulius Maulana akan mundur dari jabatan. Karena artinya sebagai bupati tidak berhasil melaksanakan tugas. Caranya, salah satu pemerintah dan aparatur harus hadir di tengah masyarakat.

Masalah keamanan belum tercipta, karena pemerintah belum hadir di tengah masyarakat. Memberdayakan aparat keamanan yang ada, dan juga timbulkan kesadaran masyarakat, mulai dari warga, RT, kadus, kades harus ikut terlibat dalam menjaga keamanan wilayah masing-masing. Karena masalah keamanan merupakan tanggungjawab bersama.

198total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *