Jokowi Diminta Pilih Cawapres dari Tokoh Islam, Ini Sebabnya

Nama pendamping Joko Widodo sebagai calon wakil presiden untuk Pemilu 2019 masih menjadi teka-teki. Kini ada saran bahwa Jokowi diharapkan bisa memilih figur yang mewakili kelompok Islam.

Pengamat politik asal Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman, mengatakan dorongan Jokowi agar memilih figur Islam dinilai tepat. Ia menganalis karena secara politik, Jokowi diresprentasikan figur nasionalis.

“Setidaknya beliau adalah calon yang bisa membangun komunikasi baik dengan kekuatan kelompok Islam. Jadi diperlukan yang memiliki kubu Islam sehingga merepresentasikan nasionalis-agamis,” kata Airlangga, Senin 5 Maret 2018.

Menurutnya, dengan cawapres dari kelompok Islam maka Jokowi diprediksi sulit diserang dengan isu SARA atau hoax. Figur dari kelompok Islam, dianggap bisa merangkul dan berkomunikasi dengan umat.

“Saya pikir Jokowi harus menemukan cawapres yang bisa di terima kelompok-kelompok Islam sehingga bisa merangkul dan berkomunikasi, sehingga tidak mudah di hajar dengan isu sara dan hoax,” jelas Airlangga

Kemudian, ia memberi catatan lain, bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami perubahan dalam suara pemilih. Kata dia, 39 persen pemilih di Indonesia adalah generasi milenial di bawah usia 40 tahun. Setidaknya, figur cawapres Jokowi yang bisa menggandeng suara generasi milenial ini.

“Ini juga menjadi taraf ide dari cawapres ke depan yaitu figur yang mampu memahami persoalan-persoalan kalangan muda ini,” tutur Airlangga.

Santri dan Elektabilitas

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, juga mengatakan figur cawapres Jokowi bisa dari kelompok Islam, seperti kalangan santri. Namun, kriteria ini juga harus punya elektabilitas yang bisa mendongkrak Jokowi.

Selain elektabilitas, kriteria cawapres Jokowi bisa paham ekonomi dan mengeruk suara kelompok milenial.

“Cawapres Santri bisa melengkapi Jokowi. Tapi santri saja tidak cukup, sang santri harus bisa meningkatkan elektabilitas jokowi (punya massa), mengerti ekonomi dan diterima rakyat,” kata Hendri kepada VIVA, Senin, 5 Maret 2018.

Menurut Hendri, secara politik, kedekatan dengan umat diperlukan Jokowi untuk menarik dukungan. Dibandingkan tokoh militer, figur Islam lebih cocok menjadi cawapres Jokowi.

“Figur militer sudah banyak. Sekarang ini saya lihat yang diperlukan buat Jokowi untuk lengkapin figur Islam,” tutur Hendri.

120total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *