Janji, Akan dan Nanti Di Pilkada DKI

0

BANGNAPI.COM, Jakarta – Dalam memilih sebuah produk, pasti kita akan memilih yang sudah terbukti. Indomie sudah terbukti enak dan murah. Panadol terbukti bisa meredakan sakit kepala. Kalau ada produk baru yang berjanji bisa ini itu pasti kita sangsi dulu. Ngapain coba yang baru kalau yang ada sudah terbukti?

Janji, Akan dan Nanti

Di debat kemarin terlihat jelas mana yang sudah terbukti dan mana yang hanya bisa janji akan… akan… akan… Ahok selalu memaparkan apa yang SUDAH dilakukannya. Anies memaparkan apa yang AKAN dilakukannya. Malahan paparan Anies muter muter seperti orang mabuk.

Saya sendiri saja bingung, Anies ini ngomong soal apa. Keadilan dan keberpihakan seolah-olah menjadi kata kunci pamungkas milik Anies. Keadilan yang dimaksuh oleh Anies pun tidak jelas, adil dalam artian apa?

Adil dalam hal memiliki kesempatan yang sama atau keadilan mutlak dimana setiap orang mendapatkan hal yang sama persis. Kalau adil memiliki kesempatan yang sama maka ini sudah dibuktikan Ahok lewat progam-progamnya

Anak yang mau sekolah akan diberi KJP yang sangat meringankan beban biaya sekolah. Bagi anak yang kesulitan untuk masuk kembali ke sekolah akan direkrut menjadi pekerja harian lepas. Tapi jangan salah, pekerja harian lepas ini akan digaji UMP. Daerah lain mana mampu membuat progam seperti ini.

Kalau Anies lain, semua anak akan mendapatkan KJP Plus tidak peduli anak tersebut sekolah atau tidak. Ini merupakan hal yang sinting. Dari namanya saja sudah jelas Kartu Jakarta Pintar, ya kartu ini dipakai supaya pintar. Kalau tidak sekolah mana berhak mendapatkan dana biaya sekolah. Anak jalanan menjadi malas karena tidak usah kerja dan sekolah tetap mendapatkan uang.

Masalah perumahan pun lebih koplak lagi. Anies masih ngotot dengan progam rumah DP nol persen yang tidak masuk akal. Carilah didunia ini dimana anda bisa mendapatkan kredit rumah tanpa DP. Kalau rumahnya tidak reyot ya itu penipuan. Mana ada yang mau memberikan kredit rumah dengan resiko macet luar biasa. Kalau Bank-nya mabuk sih mungkin diberi.

Berjanji itu boleh, namanya juga memaparkan progam. Tapi kalau janjinya sudah tidak masuk akal kuadrat, maka perlu lagi dicek kesehatan otaknya. Anies pernah berjanji AKAN memberikan APBD untuk ormas. Ini kan janji yang sinting, sudah termasuk balas budi kepada ormas yang rela mendukung Anies dengan all-out. Ini keberpihakan ke Ormas toh?

Progam dana untuk RW hingga 3 Milyar pun sama sintingnya. Apa tugas Ketua RW? Ketua RW tugasnya hanya sebagai penghubung antara pemerintah dengan warga secara langsung. Kalau ada yang bingung cara membuat akta atau KTP maka akan dibantu Ketua RW

Ketua RW bukan pemegang anggaran. Progam pembangunan di RW adalah hak pemerintahan, bukan Ketua RW. Kalau Ketua RW memegang dana, maka bisa berpotensi korupsi. Mengurus uang itu sulit lho, apalagi untuk instansi pemerintahan. Tidak ada bon maka terindikasi korupsi.

Sulit sekali memikirkan sebenarnya apa kelebihan dari Anies. Santun sih iya, tapi lihat isi kata-katanya. Anies selalu berusaha menyerang Ahok disetiap kesempatan, seolah-olah Ahok itu diktator. Padahal Ahok hanya keras karena memang Jakarta ini banyak malingnya.

Apa Anies berani menghantam para oknum DPRD yang sering buat progam sejenis UPS? Malahan ditakutkan Sandiaga sendiri yang bermain proyek di Pemprov. Duit puluhan Milyar uda keluar bos! Balik modal itu sebuah kewajiban. Ahok berhutang kepada rakyat, Anies berhutang ke Sandiaga.

Melihat hal ini, sebaiknya para pemilih di Jakarta bisa melihat, mana yang hanya berjanji dan mana yang sudah terbukti. Apakah anda akan mengganti merek obat kesukaan anda karena obat yang lain berjanji ini itu? Bukti selalu lebih kuat dari janji.

Bangnapi berharap pemilihan nanti yang terpilih adalah pemimpin yang telah nyata terbukti hasil kerja nya. Bila yang sering berjanji yang menang ya berarti warga Jakarta lebih suka terlena mimpi dibanding ditunjukkan kenyataan.

Waspadalah!! Waspadalah!!

617total visits,2visits today

Share.

About Author

Leave A Reply