Istana: Presiden Jokowi Minta Tak Ada Lagi Intimidasi kepada Penyidik!

Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan pertemuan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan bukti bahwa Kepala Negara ingin mengetahui perkembangan kasus teror kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“‎Pak Kapolri melaporkan progres, ya lebih kepada progres penyelidikan yang dilakukan oleh Polri terkait dengan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Di dalam laporan itu ada perkembangan-perkembangan baru teman-teman sudah tahu ya. Kemarin seperti disampaikan Kapolri,” kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Presiden Jokowi, kata Johan, telah berkomitmen untuk menyelesaikan kasus teror terhadap penyidik senior lembaga antirasuah itu. Sehingga, Kapolri Tito Karnavian telah diminta untuk segera menyelesaikan kasus tersebut.

“‎Yang menjadi concern Pak Presiden adalah kasus ini sudah menjadi perhatian publik, karena itu di sisi yang lain tidak boleh lagi ada upaya ancaman atau intimidasi kepada penyidik, tidak hanya kepada penyidik KPK, Novel Baswedan. Tapi tidak boleh di dalam Negara yang menjunjung tinggi hukum ini ketika penyidik melaksanakan, menegakkan hukum mengalami teror, intimidasi atau bahkan mengalami hal yang lebih parah seperti yang dialami Novel Baswedan,” tegas Johan.

Johan yang juga mantan juru bicara KPK itu memastikan, bahwa Kepala Negara telah meminta Kapolri Tito Karnavian untuk ‎segera menangkap pelaku secepatnya. ‎Selain itu, Presiden Jokowi ingin langsung mendengar perkembangan kasus tersebut dari orang nomor satu di Koprs Bhayangkara.

“‎Kemarinkan Pak Kapolri sudah menyampaikan bahwa ada perkembangan yang signifikan kemudian disampaikan teman-teman sudah lihat. Kita berharap itu bisa mengungkap kasus ini dan mencari pelakunya,” tegasnya.

124total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *