Ini 4 Skenario Koalisi Capres-Cawapres 2019 Versi Poltracking

Hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan terdapat empat skenario koalisi pencalonan presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda A.R menjelaskan, skenario pertama adalah terjadinya tiga poros koalisi pasangan capres-cawapres dengan poros koalisi Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Skenario kedua, terjadi dua poros koalisi, yakni poros koalisi Jokowi dan SBY yang head-to-head dengan poros koalisi Prabowo. Skenario ketiga terjadi sebaliknya, poros koalisi Jokowi berhadapan dengan poros koalisi Prabowo dan SBY. Sedangkan skenario keempat, poros Jokowi dan Prabowo bergabung berhadapan dengan poros SBY.

“Skenario ini didasarkan pada konstruksi hukum pencalonan presiden setelah putusan MK terkait ambang batas pencalonan 20 persen dan ketentuan konstitusi di mana capres-cawapres hanya bisa dicalonkan oleh partai politik,” terang Yuda saat memaparkan hasil survei dalam diskusi Temuan Survei Nasional: Peta Elektoral Kandidat dan Prediksi Skenario Pilpres 2019 di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (18/2).

Menurut Hanta, berdasarkan pergerakan politik kepartaian empat skenario peta pencalonan berbasis pada sikap dukungan politik partai-partai terhadap figur capres atau cawapres. Sejauh ini terdapat empat partai yang telah mendeklarasikan diri terhadap Jokowi di Pilpres 2019, yakni Golkar, PPP, Nasdem, dan Hanura.

Sedangkan, partai di luar pemerintahan yakni Gerindra, PKS, Demokrat mempunyai sikap politik mengajukan figur selain Jokowi. Dua partai sisanya, yakni PAN dan PKB disebutkan masih berdiri di atas dua kaki.

Dalam skenario tersebut, Jokowi tetap memiliki elektabilitas yang tinggi dipasangkan dengan siapapun. Termasuk dalam skenario keempat, yakni Jokowi berpasangan dengan Prabowo, persentasenya mencapai 73,40 persen, lebih besar dibanding dipasangkan dengan kandidat lainnya.

“Skenario empat ini barangkali tidak banyak diduga oleh khalayak umum, tapi memungkinkan secara politik,” pungkasnya.

112total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *