Ini Analisis Ketidakhadiran Prabowo di Istana

0

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memilih menghadiri upacara peringatan HUT ke-72 RI di Universitas Bung Karno (UBK) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/8) kemarin. Padahal Prabowo telah diundang untuk menghadiri peringatan HUT ke-72 RI di Istana Merdeka di hari yang sama.

Pengamat Politik LIPI, Siti Zuhro mengatakan, jika melihat ke sistem demokrasi kehadiran Prabowo di UBK tersebut merupakan hak konstitusionalnya sebagai warga negara.

Kehadiran Prabowo di UBK dan bukannya di Istana Merdeka, kata Siti Zuhro, pasti telah diperhitungkan dari sisi relevansi, urgensi maupun kenyamanan.

“Apakah merasa nyaman dengan undangan itu, lepas dan sebagainya. Pasti orang per orang akan mempertimbangkan dia hadir di acara proklamasi UBK atau di tempat lain dimana ia diundang,” kata Siti Zuhro, Jumat (18/8).

Pengamat LIPI itu melihat sosok Prabowo Subianto merasa lebih nyaman dengan datang ke UBK, karena Rachmawati Soekarnoputri merupakan salah satu pengurus Yayasan Bung Karno yang mendirikan universitas tersebut.

“Selain dukungan dan mengapresiasi kepada Rahmawati tentu dalam hal ini juga bisa dimaknai bahwa upacara itu tidak harus tersentral hanya di istana, tapi juga bisa di berbagai tempat seperti kampus dan permukiman warga,” tambahnya.

Sebelumnya, ketidakhadiran Prabowo Subianto dalam undangan yang disampaikan pihak Istana Negara dalam upacara proklamasi HUT RI ke-72 pada Kamis (17/8) lalu sempat menjadi pembicaraan di ranah media sosial.

Pasalnya capres pada Pemilu Presiden 2014 itu justru lebih memilih mengikuti upacara di UBK.

Padahal teman sejawatnya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sempat diperkirakan akan mengikuti upacara di Cikeas, namun pada hari kemerdekaan Indonesia kemarin, SBY justru menghadiri upacara di Istana Merdeka.

52total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply