Harus Ahok-Djarot ? Atau Yang Lain ?

BANGNAPI.COM, Jakarta – Masa pencoblosan Pilkada DKI Jakarta tinggal 9 hari lagi. Kedua Paslon tampak semakin gencar untuk melakukan kampanye. Anies-Sandi tetap melakukan kampanye seperti biasanya yaitu tetap diwartakan kepada awak media agar disorot secara terus menerus.

Ahok-Djarot dengan konsep kampanye senyapnya merupakan jurus baru dalam melakukan kampanye. Hampir tidak pernah terdeteksi kemana Ahok-Djarot dalam kampanye. Uniknya, kampanye Ahok-Djarot langsung menyentuh hati masyarakat Jakarta. Memang yang diperlukan warga Jakarta adalah pemimpin yang bisa langsung merasakan penderitaan warganya. Nah, hal ini yang membuat Ahok-Djarot menerapkan “Kampanye Senyap”.

Selain menerapkan kampanye senyap, Ahok-Djarot dan tim suksesnya memang mempunyai ide yang brilian dalam menjangkau masyarakat. Terbukti, dalam menjangkau kaum milineal, Ahok-Djarot lebih menerapkan kampanye melalui “layanan digital”. Ini disasar oleh Ahok-Djarot and Team karena dipastikan hampir seluruh warga Jakarta pasti menggunakan handphone sejenis smartphone.

Lihatlah bagaimana tingkah Ahok-Djarot melalui kanal youtube dalam Ahok Show. Masyarakat disuguhi dengan tontonan yang menarik dan bukan dibuat-buat tetapi berlangsung secara live dan tidak disetting seperti halnya sinetron atau sejenisnya.

Melalui Ahok Show, kaum milineal bisa lebih dekat lagi dalam mengenal kedua calon pemimpin mereka yaitu Ahok-Djarot. Ahok-Djarot memang sudah teruji. Sementara yang lainnya masih coba-coba. Pemimpin yang hanya mimpi banyak, tapi pemimpin yang teruji hanya ada pada Ahok-Djarot.

Pilih pemimpin kok coba-coba. Emang mau menderita untuk 5 tahun kedepan. Pilih pemimpin yang sudah terbukti bukan sekedar yang bisa janji-janji.

Hari ini, jam 14.00 – 16.00 Wib, Ahok-Djarot akan live streaming blak-blakan di detik.com. Dalam hal ini saya perlu mengacungkan jempol saya kepada detik.com. Pemilihan waktu tanggal 10 April 2017 yang diberikan kepada Ahok-Djarot seakan meningkatkan suara Ahok-Djarot, karena dalam live streaming ini Ahok-Djarot dapat menyakinkan kepada warga Jakarta mengapa harus memilih Ahok-Djarot.

Live streaming yang dilakukan detik.com dan tanggal 10 April 2017 merupakan tanggal yang sudah dekat dengan hari pencoblosan. Live streaming ini memberikan keuntungan besar bagi pasangan Ahok-Djarot. Hari ini Ahok-Djarot dapat melakukan kampanye gratis melalui serangan udara dan dibantu oleh detik.com

Lembaga Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI 2017. Hasilnya, tingkat kepuasan warga terhadap Ahok tinggi, namun elektabilitas Anies yang unggul.

Hasilnya, sebanyak 44,9% pemilih menilai Ahok-Djarot mampu membenahi Jakarta sementara 40,9% lainnya menilai Anies-Sandi yang mampu. Ada 46,1% responden yang menganggap program Ahok-Djarot paling bagus, di sisi lain yang menilai program Anies-Sandi bagus sebanyak 39,3% responden.

Ahok-Djarot juga dinilai lebih berpengalaman oleh 65,9% responden. Hanya 23,2% responden yang menganggap Anies-Sandi berpengalaman. Total ada 65,6% pemilih yang puas dengan kinerja Ahok selama menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Melihat survey ini, warga Jakarta memang sangat mengakui bahwa hanya di era Ahok-Djarot Jakarta bisa lebih baik. Tidak diperlukan gubernur baru karena hanya akan membuat Jakarta mundur kembali kebelakang. Dibutuhkan Jakarta adalah keterlanjutan pembangunan yang saat ini cukup memuaskan warganya.

Dibawah era Ahok-Djarot, warga juga merasakan banyaknya lapangan pekerjaan, antara lain melalui program PPSU yaitu dibentuknya pasukan oranye, pasukan hijau, pasukan biru, pasukan merah dan sekarang ada lagi yaitu pasukan pelangi (merupakan gabungan dari pasukan orange, biru dan hijau).

Pasukan pelangi lebih mengurusi hak warga yaitu pengurusan surat surat sertifikat rumah dan IMB. Betapa mulianya pemimpin seperti ini, sehingga warga tidak susah lagi dalam memiliki surat yang sah terhadap rumah yang dihuni mereka.

Bagaimana Paslon lain ? Paslon lain masih menjual program rumah 350 jutanya yang sampai saat ini nggak kelar-kelar bagaimana akhirnya.

Survey kepuasan warga ini menjadi bukti sebenarnya warga Jakarta sangat menginginkan Ahok-Djarot kembali memimpin Jakarta. Ketakutan warga hanya oleh karena adanya tekanan-tekanan di masyarakat seperti dilarang menyalatkan jenazah, dianggap kafir dan diasingkan dari lingkungan oleh karena memilih Ahok-Djarot.

Jadi, kalau sudah ada Ahok-Djarot ngapain pilih Anies-Sandi ? Masih berani coba-coba?
Warga butuh bukti bukan janji.

Bagaimana Menurut Anda?

584total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *