Hadir di Rapat Pansus DPR, Muhtar Ependy Dapat Izin dari Lapas

Jakarta Terpidana KPK Muhtar Ependy menghadiri undangan Pansus Hak Angket KPK di DPR malam ini. Mengapa dia bisa keluar dari penjara dan ke DPR padahal berstatus terpidana?

Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu menyebut Muhtar telah mendapat izin dari pihak Lapas Sukamiskin sebelum ke DPR. Izin tersebut tertuang dalam satu surat.

“Karena status Pak Muhtar Ependy adalah terpidana, kami juga menerima surat dari Lembaga Permasyarakatan Kelas I Sukamiskin Nomor B11.PAS.PAS1.BK01.01.02 tertanggal 24 Juli 2017,” kata Masinton di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

“(Surat) ditandatangani Kabid DLH Kepala Lembaga PAS Kelas I Sukamiskin,” sebut Masinton.

Sementara itu, anggota Pansus KPK M Misbakhun menyebut kehadiran Muhtar dikawal pihak Lapas Sukamiskin. Muhtar telah diizinkan pihak lapas untuk memberi keterangan di DPR.

Dari pantauan di lokasi, memang Muhtar tampak dikawal petugas lapas berbaju biru. Muhtar pun hanya diperkenankan memberi keterangan dalam forum rapat.

Kasubag Publikasi Ditjen PAS Syarpani membenarkan hal tersebut. Muhtar juga dikawal tiga orang dari Lapas Sukamiskin menuju ke DPR. Dia dipinjam Pansus Hak Angket KPK untuk satu hari.

“Dikawal oleh 1 pejabat lapas, 1 petugas lapas, dan 1 petugas kepolisian. Jadi yang mengawal tiga orang,” ujar Syarpani saat dikonfirmasi terpisah.

(gbr/rvk)

105total visits,1visits today