Hacker Surabaya Black Hat Kabur ke Mojokerto dan Kediri

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan mengatakan, menemukan lagi peretas atau hacker yang tergabung dalam kelompok Surabaya Black Hat.

Total pelaku diketahui berjumlah sembilan orang. Meski begitu ada enam orang yang lain belum ditangkap dan masih diburu.

“Total jadi ada sembilan tersangka ya. Tapi kita sudah amankan tiga KPS, NA, dan ATP. Sekarang kita masih melakukan pencarian kepada enam orang lainnya,” ujar Adi di Mapolda Metro Jaya, Kamis malam 15 Maret 2018.

Sebenarnya polisi menargetkan enam orang akan diringkus pada tahap pertama, namun diduga informasi penangkapan bocor hingga membuat tiga tersangka lain kabur.

“Saat malam kita lakukan penangkapan terhadap ATP, ada kebocoran informasi karena warga sudah berkumpul dan ramai. Setelah itu, tiga tersangka lain kabur ada yang ke Mojokerto dan Kediri,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membekuk dua orang peretas atau hacker berinisial KPS dan NA di daerah Surabaya, Jawa Timur. Penangkapan peretas yang menamakan diri kelompok SBH itu dilakukan Minggu, 11 Maret 2018.

Kelompok ini sudah membobol ratusan website dalam dan luar negeri. “Mereka menjebol sistem pengamanan dari sistem elektronik milik orang lain. Kemudian mengancam atau menakut-nakuti dengan meminta sejumlah uang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 13 Maret 2018.

225total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *