Gubernur Ridwan Mukti dan Istri Segera Disidangkan di PN Bengkulu

Gubernur Bengkulu non-aktif, Ridwan Mukti (RM) dan istrinya, Lili Matariani Maddari (LMM), mulai pekan depan akan menjalani persidangan di PN Bengkulu, setelah pengadilan setempat menetapkan hakim dan jadwal persidang.

Demikian pula Rico Dian Sari (RDS) juga akan menjalani persidangan pada jadwal yang sama. RM, LLM dan RDS menjadi tersangka dalam kasus dugaan menerima suap fee proyek jalan di Kabupaten Rejang Lebong, yang terjaring operasi tangan tangan (OTT) KPK pada tanggal 20 Juli 2017 lalu dengan barang bukti uang tunai Rp 1 miliar.

Kepala Humas PN Bengkulu, Jonner Manik, di Bengkulu, Jumat (6/10) membenarkan hal tersebut. “Jika tidak ada perubahan RM, LLM dan RSD akan menjalani sidang perdana di PN Bengkulu pada Kamis (12/10) mendatang. Jadwal sidang dan hakim yang menangani perkara ini sudah ditetapkan PN Bengkulu,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka lainnya, Jhoni Wijaya (JW), Direktur PT Statika lebih dulu menjalani persidangan di PN Bengkulu. Dalam sidang JW, tersangka RM, LLM dan RDS serta pihaknya lainnya menjadi saksi.

Sidang perkara yang mendudukan Gubernur Bengkulu nonaktif, RM beserta istrinya, LMM dan seorang kontraktor jalan, RDS sebagai tersangka akan dipimpin tiga orang majelis hakim PN Bengkulu, yakni Admiral sebagai hakim ketua, Gibriel Siagian dan Nikh Samara masing-masing sebagai hakim anggota.

Sedangkan sebagai panitera pengganti dipercayakan kepada Pungut dan Irwan Hendri. “Sidang yang akan dipimpin hakim ketua Admiral tersebut, akan membacakan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) KPK,” ujarnya.

Jonner Manik menambahkan, untuk memperlancar persidangan pihaknya hanya bertugas menjalankan fungsi koordinasi saja dengan JPU KPK. Sebab, tugas PN Bengkulu hanya menfasilitasi dan menyiapkan tempat atau lokasi persidangan saja.

“Tugas PN Bengkulu hanya menjadwalkan acara persidangan saja. Sedangkan soal pengamanan nanti jaksa KPK akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Kalau dari PN Bengkulu, tidak ada persiapan khusus dalam persidangan kasus ini,” ujarnya.

Pada bagian lain Jonner mengatakan, kasus OTT KPK terhadap Kasi III Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Parlin Purba (PP) juga segera disidangkan dalam waktu dekat, menyusul perkas perkaranya sudah dilimpahkan penyidik KPK ke JPU.

Berkas perkara tersangka PP dilimpahkan penyidik ke JPU KPK pada Kamis (5/10) lalu. Dengan demikian, penahananan tersangka PP sudah dipindahkan dari Rutan KPK ke Rutan Malabero, Kota Bengkulu.

Jaksa KPK, Maihardi mengatakan, pihaknya secepatnya akan melimpahkan berkas perkara PP ke PN Bengkulu, sehingga perkara OTT dapat disidangkan dalam waktu dekat.

“Sekarang kita masih menyiapkan dakwaan. Namun, belum dapat dipastikan kapan perkara ini kita limpahkan ke PN Bengkulu. Yang jelas, kita upayakan secepatnya perkara ini di sidangkan di PN Bengkulu,” ujarnya

132total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *