GP Ansor: BUMN Harus Makin Miliki Daya Saing

Organisasi pemuda Islam, GP Ansor turut berkomentar mengenai polemik restrukturisasi pembentukan holding BUMN. GP Ansor mengeluarkan sikap terkait polemik itu.

Poin-poin sikap berdasarkan pada lima prinsip Nahdlatul Ulama yang digariskan Hadratusy Syeikh Hasyim Asy’ari, 92 tahun lalu. Poin itu antara lain GP Ansor berpegang teguh pada prinsip moderat (tawasuth), alias netral dalam holding BUMN. Namun, mereka menginginkan agar restrukturisasi BUMN disikapi dan diputuskan secara tepat.

Ketua GP Ansor, Yaqut Cholil Quomas menjelaskan, BUMN bukan sekadar badan usaha, tetapi representasi dari penguasaan negara harus menguasai cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Selain itu, harus sesuai dengan tren perkembangan zaman.

“Kami menghendaki BUMN semakin memiliki kompetensi, daya saing, efisiensi dan kelincahan dalam bergerak,” kata Yaqut, Senin (5/2).

GP Ansor juga memandang BUMN dalam perspektif seimbang (tawasun) dalam penguatan penguasaan negara di sektor strategis. BUMN harus semakin kuat dan jadi juara tidak hanya di skala nasional, tetapi juga dunia internasional.

Kemudian, GP Ansor dalam setiap gerak dan langkah mengikuti prinsip i’tidal atau adil, tegak lurus, dan tidak memihak, begitu pula dalam menyikapi holding BUMN.

GP Ansor menolak keras modifikasi hukum dan mengabaikan peraturan-peraturan perundang-undangan berlaku, terutama UU BUMN, UU Keuangan Negara dan terutama pada Konstitusi UUD 1945, dalam rangka memuluskan suatu kepentingan berdampak pada keragu-raguan dan multi-interpretasi serta bias tafsir atas penguasaan negara di dalam sektor strategis nasional.

“GP Ansor mendukung pengelolaan sektor migas oleh BUMN dengan penyertaan negara secara langsung dan upaya hilirisasi tambang dan pembangunan profesionalisme dan transparansi dari Holding BUMN tambang, khususnya dalam rangka alih penguasaan PT. Freeport Indonesia,” papar Gus Yaqut, panggilannya.

Gus Yaqut melihat persoalan restrukturisasi BUMN dengan kacamata tasamuh atau menghargai perbedaan dan kekhasan dimiliki oleh setiap BUMN, terutama di bidang-bidang khusus dan serta memiliki sejarah dan usia sama dengan Republik ini.

GP Ansor mendorong semangat amar ma’ruf nahyi munkar atau mengajak pada kebaikan dan menolak segala bentuk keburukan sampai merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu dilakukan dengan mengingatkan pemerintah, terutama Presiden, agar hati-hati dan jeli dalam menyikapi dan memutuskan terkait polemik holding BUMN.

“Sekali lagi, sikap GP Ansor ini didasari pada semangat #KitaIniSama mendambakan agar negara secara kuat mampu menguasai BUMN kuat dan bisa memberikan manfaat besar bagi rakyat,” ujar Gus Yaqut menambahkan.

90total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *