Golkar-PPP Berebut Menjadi Pendamping Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai Partai Golkar tidak boleh memaksakan kehendak menaruh kadernya, Daniel Muttaqien sebagai figur yang diklaim bakal mendampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat 2018. Polemik ini mencuat lantaran kader PPP, Uu Ruzhanul Ulum, disebut memiliki elektabilitas lebih tinggi berdasarkan hasil survei.

“Kita kembali ke komitmen awal bahwa pendamping RK harus berdasar hasil survei,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Achmad Baidowi kepada Okezone, Kamis (30/11/2017).

Menurut Baidowi, penentuan figur sebagai pendamping Emil harus didasarkan pada hasil survei. Sementara ini hasil survei menunjukkan elektabilitas Uu lebih tinggi ketimbang Daniel.

“Penentuan figurnya berdasarkan hasil survei,” katanya.

PPP meminta Emil segera melakukan pertemuan dengan parpol koalisi untuk membahas figur yang cocok sebagai pendampingnya.

“Sehingga kita masih banyak waktu untuk bisa kampanye ke bawah. RK jangan hanya terlena dengan popularitasnya sendiri karena pilkada itu pasangan calon, bukan sendirian. Lebih cepat tentukan wakil maka lebih bagus untuk konsolidasi,” tandas Baidowi.

Keyakinan Golkar

Ketua DPP Partai Golkar Yahya Zaini yakin bahwa Emil mempertimbangkan usulan Partai Beringin untuk menerima Daniel sebagai pendampingnya. Bahkan, Golkar mengaku akan bekerja keras agar Daniel bisa lolos sebagai pendamping Wali Kota Bandung tersebut.

“Saya percaya RK masih mempertimbangkan usulan Golkar untuk dipasangkan dengan Daniel. Golkar akan kerja keras yakinkan parpol koalosi supaya dukung usulan Golkar,” terang Yahya kepada Okezone.

Yahya menilai, Daniel dapat memberikan kontribusi terhadap kemenangan Emil di Pilgub Jabar. Secara geopolitik Emil mewakili daerah Parahiyangan dan Daniel mewakili daerah Pantura.

“Faktor geopolitik itu sangat penting, di samping unsur anak muda,” pungkas Yahya.

191total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *