Gerindra, PKS dan PAN Sepakat Berkoalisi di 5 Pilkada

Pertemuan elite tiga partai di kantor DPP PKS, Jalan T.B. Simatupang, Minggu (24/12) menghasilkan kesepakatan penting untuk pilkada di lima provinsi. PKS, Gerindra dan PAN setuju berkoalisi untuk pilgub di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Maluku Utara.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang dihadiri Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno. Pertemuan dimulai sekitar pukul 20.30 dan berakhir pada pukul 22.00.

Sohibul mengatakan, partainya bersama Gerindra dan PAN membahas banyak persoalan. Baik masalah nasional maupun pilkada. ”Kami bertiga sepakat akan terus menjaga kebersamaan dalam event politik,” terang dia. Khususnya untuk pilgub. Menurut dia, ketiga partai akan bersama-sama di lima provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.

Terkait dengan nama calon yang akan diusung, anggota DPR itu menyatakan, tiap-tiap partai akan melakukan rapat internal. Setelah selesai dibahas secara internal, nama calon akan disampaikan. Menurut dia, pengumuman nama bakal disampaikan pada awal tahun.

Sohibul mengatakan, tiga partai itu memutuskan untuk bersama karena yakin dengan kekuatan politik yang dimiliki. Dia yakin bahwa PKS, Partai Gerindra, dan PAN bisa bersinergi untuk meraih kemenangan. Selain itu, pihaknya belajar dari kemenangan di pilkada DKI Jakarta. Calon yang mereka usung berhasil memenangi pesta demokrasi tersebut. ”Karena itu, kami ingin bersama-sama,” tegas dia.

Terkait dengan pilgub Jatim, pihaknya sepakat untuk menunda pembahasan. Menurut dia, saat ini ada dua calon yang muncul, yaitu Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa. Apakah pihaknya memilih salah satu di antara keduanya atau membentuk poros baru, hal itu belum diputuskan. Calon untuk Jatim masih terus dibahas.

Prabowo menambahkan, partainya terus menyaring nama-nama yang akan diusung di pilgub Jatim. ”Peran partai adalah menyaring, setelah itu diserahkan kepada rakyat untuk dipilih. Itu yang kami kerjakan sekarang,” tutur dia seusai pertemuan.

Mantan Danjen Kopassus itu menerangkan, terkait dengan munculnya nama Moreno Soeprapto sebagai cagub Jatim, pihaknya masih akan mempelajarinya. Dia baru sekali bertemu dengan anggota DPR tersebut.

Menurut Prabowo, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Dia juga harus bertanya kepada partai lain. ”Jatim kami pending dulu,” ungkapnya.

Penundaan itu terjadi bukan karena ada dua calon kuat yang sudah diusung beberapa partai, melainkan karena penyaringan belum selesai. Dia mengatakan, biarlah nanti rakyat yang memilih. Pilkada DKI bisa menjadi pelajaran. Awalnya, banyak yang meremehkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung Gerindra bersama PKS.

Banyak yang menertawakan pasangan tersebut. Ternyata, masyarakat memilih keduanya sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta. Eddy Soeparno mengatakan, PAN masih akan membahas munculnya nama Suyoto, bupati Bojonegoro yang dipasangkan dengan Moreno. Partai juga akan berbicara dengan Kang Yoto –sapaan Suyoto. ”Kami kan belum konfirmasi ke Pak Suyoto,” urai dia.

Menurut dia, disandingkannya Suyoto dengan Moreno relatif baru. Sebelumnya, nama Moreno tidak pernah muncul. DPP juga akan bertanya kepada DPW PAN Jatim soal calon yang akan diusulkan.

Tentu pihaknya akan mendengar suara dari daerah. Apakah Suyoto yang akan diajukan atau kader lain. Dia berharap, pada awal tahun sudah ada nama yang disepakati untuk dicalonkan sebagai gubernur dan wakil gubernur Jatim.

112total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *