Gempa Cilangkahan, 1.231 Rumah Rusak dan 1 Meninggal di Lebak

Gempa yang berkekuatan 6,1 skala richter (SR) yang berpusat di Kabupaten Cilangkahan, Banten, telah menyebabkan 1.231 rumah dan bangunan di Kabupaten Lebak mengalami kerusakan. Cilangkahan dimekarkan dari Kabupaten Lebak.

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, rumah dan bangunan yang rusak itu terdiri atas 1.125 rusak ringan dan 106 rusak berat. Selain itu, dua orang mengalami luka dan satu orang meninggal.

Korban jiwa satu orang meninggal bernama Nana (40) warga Sawarna Barat, Kecamatan Bayah. Dua orang mengalami luka adalah Ade (29) warga Bayah Satu, Kecamatan Bayah, akibat sengatan listrik dan satu orang menderita patah tulang bernama Ulum (62), warga Pasir Bungur, Kecamatan Cilograng.

Sarana umum yang rusak ringan, antara lain tiga unit sekolah, satu unit masjid, dan lima unit musala di Kecamatan Wanasalam. Di Kecamatan Sajira, satu uni SDN dan satu unit SMP mengalami rusak ringan.

Selain itu, dua unit SDN dan satu unit SMP di Kecamatan Cibeber juga rusak. Lalu, dua unit SD, satu diniah, satu MTS, satu gedung MA, empat unit musala, satu unit masjid rusak ringan, serta satu masjid mengalami rusak berat.

“Korban yang meninggal itu karena kaget. Ada yang patah tulang dan ada pula kerusakan di sarana umum,” kata Kasi Kedaruratan dan logistik BPBD Lebak, Madrias di Lebak, Selasa (23/1).

Berdasarkan data BPBD Lebak, untuk sementara, total wilayah terdampak gempa tersebar di 16 kecamatan yakni di Kecamatan Bayah terdapat 118 rumah dan bangunan rusak ringan dan sebanyak 24 rusak berat; Kecamatan Wanasalam sebanyak 61 rumah rusak ringan dan dua rusak berat; Kecamatan Panggarangan sebanyak 92 rumah dan bangunan rusak ringan; Cilograng sebanyak 107 rumah rusak ringan dan 42 rumah rusak berat.

Kecamatan Lebak Gedong sebanyak 49 rumah rusak ringan; Kecamatan Sobang sebanyak dua rumah rusak ringan; Kecamatan Cimarga sebanyak lima rumah rusak ringan; Kecamatan Sajira sebanyak satu rumah rusak ringan; Kecamatan Cirinten sebanyak enam rumah rusak ringan dan satu rumah rusak berat; Kecamatan Cihara sebanyak satu rumah rusak ringan dan empat rumah rusak berat; Kecamatan Bojong Manik sebanyak 15 rumah rusak ringan; Kecamatan Cijaku sebanyak 140 rumah rusak ringan; Kecamatan Cigemblong sebanyak sembilan rumah rusak ringan; Kecamatan Cibadak sebanyak satu rumah rusak ringan; Cibeber sebanyak dua rumah rusak ringan dan Kecamatan Malingling sebanyak 518 rumah rusak ringan dan 31 rumah rusak berat.

“Untuk para korban yang mengungsi sudah ditangani pihak kecamatan. Kami dari BPBD tetap siagakan relawan di kecamatan untuk terus melakukan penyisiran dan pendataan,” katanya.

Secara terpisah, Bupati Pandeglang Irna Narulita menyampaikan sebanyak 10 bangunan berupa rumah, sekolah hingga kantor desa mengalami kerusakan di Pandeglang sebagai dampak gempa yang berpusat di Cilangkahan.

“Kecamatan Cikeusik, ada kantor desa (yang rusak), di Kecamatan Bojong, rumah dan di Majasari itu gedung sekolah Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) juga mengalami kerusakan,” kata Irna, Selasa (23/1).

Irna mengatakan kerusakan terparah di Kecamatan Bojong. Pihaknya mengaku sudah memberi bantuan kepada korban gempa di Pandeglang.

“Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa, sekarang saya juga masih melakukan penyisiran,” katanya.

Prihatin
Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku prihatin dengan kondisi warga yang terdampak gempa di wilayah Kabupaten Lebak. Wahidin mengatakan telah menugaskan Wakil Gubernur Andika Hazrumy melakukan peninjauan ke lapangan secara langsung dan menginventarisasi rumah warga yang mengalami kerusakan berat atau ringan.

Bahkan, kata Wahidin, dirinya telah mengintruksikan kepada bupati untuk melakukan perbaikan, evakuasi, termasuk juga segera melakukan langkah-langkah perbaikan rumah yang rusak.

“Kita sangat prihatin dengan kejadian gempa di Lebak. Ada masyarakat yang menjadi korban,” kata Wahidin.

Ia pun mengaku telah menerima beberapa laporan kerusakan bangunan dari rumah warga, sekolah hingga tempat ibadah.

“Kita sedang konsolidasi dengan BPBD terkait langkah-langkah di lapangan,” katanya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di sela-sela pemantauan di wilayah Lebak, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan membantu memperbaiki rumah atau bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa di Lebak.

“Kita akan bantu dan mendukung Pemerintah Kabupaten Lebak untuk memperbaiki rumah warga yang rusak. Kita harus memastikan terlebih dahulu, berapa jumlah pasti rumah dan bangunan yang rusak. Mana yang rusak ringan dan mana yang rusak berat,” ujar Andika.

Andika mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada BPBD Provinsi Banten agar berkoordinasi dengan BPBD Lebak untuk membangun posko-posko sementara.

“Laporan sementara ini, ada sebagian warga yang mengungsi ke rumah saudaranya. Namun, kita juga sudah koordinasikan dengan BPBD untuk membuat posko-posko pengungsian sementara,” katanya.

147total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *