Ganjil-Genap di Tol Jakarta-Cikampek, Pendapatan Jasa Marga Bakal Tergerus

Rencana pemerintah untuk membatasi kendaraan yang melintas di jalan tol diprediksi bakal menimbulkan reaksi negatif di pasar. Tidak hanya itu, dalam jangka pendek peraturan ini bakal menjadi sentimen negatif bagi pengelola jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Meskipun baru sebatas wacana, Kepala Riset Reliance Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan regulasi ini tentunya berpotensi mengurangi volume kendaraan yang melintas di jalan tol.

“Dalam jangka pendek mungkin akan ada respons negatif dari investor,” katanya saat dihubungi Okezone.

 

Kendati demikian, dalam jangka panjang aturan ini justru tidak menjadi beban bagi Jasa Marga. Pasalnya sebagai pengelola jalan tol, Jasa Marga memiliki kinerja keuangan yang gemilang.

Belum lagi, Jasa Marga bakal memiliki koleksi tol baru yang saat ini masih dalam proses pengerjaan. Antara lain ruas tol Gempol-Pasuruan, Surabaya Mojokerto, Bawen-Salatiga, Semarang Solo, Bawen Salatiga, Medan Kualanamu-Tebing Tinggi, Perbarakan- Sei Rampah, Solo- Ngawi dan Ngawi- Kertosono, Ngawi-Caruban.

Sehingga, dalam jangka panjang, kinerja saham Jasa Marga masih positif lantaran fundamental kinerja keuangan dipastikan positif.

“Kalau segera diterapkan dalam jangka pendek mungkin pengaruhnya bisa signifikan, namun dalam jangka panjang akan bisa diimbangi oleh pendapatan dari ruas tol lainnya yang sedang dibangun dan menunggu untuk dioperasikan oleh perseroan,” kata dia.

Sementara itu, Robertus merekomendasikan buy on weakness untuk saham Jasa Marga. Dengan level support 5.200 dan resistance 5.700. Sedangkan pada perdagangan kemarin, saham Jasa Marga ditutup melemah 50 poin (0,91%) di level 5.450.

95total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *