Ganjar Nilai Pengumuman Cagub PDIP di Jateng Tak Ada Kaitannya dengan E-KTP

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai belum diumumkannya bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari PDIP yang akan bertarung di Pilgub Jateng tidak ada kaitannya dengan dugaan kasus korupsi proyek e-KTP. Hari ini, PDIP mengumumkan pasangan calon untuk Pilkada di Papua, Maluku Utara, Lampung, serta NTB.

“Saya kira kok tidak ya, itu soal teknis seperti yang di awal kita sampaikan,” kata Ganjar dalam program wawancara langsung disiarkan di iNews TV, Kamis (4/1/2018) siang.

Dalam kasus korupsi e-KTP yang menyebabkan negara merugi hingga Rp2,3 triliun itu, nama Gubernur Jateng tersebut pernah masuk dalam dakwaan. Ganjar sendiri saat ini digadang-gadang akan diusung PDIP di Pilgub Jateng 2018.

Ganjar mengaku rutin berkomunikasi dengan DPP PDIP serta Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Namun, untuk Pilgub Jateng, ia menyatakan sudah ada mekanisme sendiri untuk menentukan sosok yang bakal diusung.

“Saya bertemu sejak dulu. Rutin, memberikan laporan. Kalau seperti ini enggak perlu ketemu. PDIP ada sistem sudah berjalan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Megawati memiliki otoritas penuh terhadap calon yang akan didukung di pilkada. Ganjar pun tak khawatir mengenai kemungkinan bila bukan dirinya yang diusung di pesta demokrasi Jateng.

Anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 itu enggan membeberkan hasil pertemuannya dengan Megawati terkait pilkada. Ia malah mengajak publik untuk menunggu pengumuman resmi dari PDIP soal calon yang diusung dalam pilkada serentak 2018, termasuk di Jateng.

“Tidak perlu dibocorin nanti malah basah. Ditunggu saja nanti diumumkan. Pendaftarannya kan 8, 9, dan 10 Januari 2018. Tenang-tenang saja,” tuturnya.

Untuk calon pendampingnya, Ganjar mengaku PDIP memiliki tradisi tersendiri, melalui proses seleksi, perjodohan, serta simulasi pasangan calon. Ia pun menegaskan siap untuk maju dalam Pilgub Jateng mendatang.

“Sudah ada simulasinya. Ketika siap, maka harus siap, meski tidak diusulkan sekalipun,” tegasnya.

Ganjar membeberkan ada beberapa nama yang mendaftar di PDIP untuk maju di Pilgub Jateng, baik sebagai cagub dan cawagub. Sejumlah nama itu di antaranya mantan Bupati Klaten, Sunarna dan Bupati Kudus, Mustofa. Namun, ia memastikan Kepala BNN Budi Waseso tidak mendaftar Pilgub Jateng lewat PDIP.

“Buwas enggak daftar. Ada mantan Bupati Klaten, Mustofa, ada kades jadi cagub, dan ada juga yang daftar jadi cawagub. Nanti akan ditentukan, perlu ada beberapa kali interview. Ini akan dilaksanakan,” terangnya.

Ia mengaku, pengumuman calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDIP sudah hampir final. Hanya menunggu waktu untuk sang ketum mengumumkannya, seperti pengumuman pasangan calon untuk pilkada di beberapa daerah yang dilakukan hari ini.

“Kalau pendaftaran 8, 9, 10 Januari, proses ini pasti sudah 98 persen. Tinggal diumumkan saja seperti hari ini oleh Ibu Mega. Kalau bicara paling kuat, semua punya peluang yang sama. Kuat atau lemah, semua sama kuatnya,” pungkasnya.

93total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *