Freeport Tolak Berunding dengan Karyawan

0

Manajemen PT Freeport Indonesia menutup ruang perundingan dengan para mantan karyawannya. Bahkan, Freeport tidak akan membuka lowongan bagi mantan karyawan untuk bekerja langsung di perusahaan tambang tersebut.

“Kebijakan perusahaan adalah tidak lagi rekrut (mantan karyawan) secara langsung, melainkan melalui kontraktor. Karena Freeport tidak lagi membuka ruang kerja bagi mereka, tetapi lewat kontraktor yang ditunjuk,” kata EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Sony Prasetyo di Timika, Mimika, Papua, Senin (21/8).

Menurut Sony, pihak perusahaan sudah berusaha mengimbau karyawan yang mogok untuk kembali bekerja, namun tidak direspons. Pada akhirnya, melalui peraturan yang ada manajemen Freeport menganggap karyawan yang mogok mengundurkan diri secara sukarela. Apabila karyawan tidak bisa menerima keputusan tersebut, Freeport mempersilakan mereka menempuh jalur hukum di Pengadilan Hubungan Industrial.

Ketua PC SPKEP SPSI Kabupaten Mimika, Aser Gobai ketika dikonfirmasi mengatakan SPSI dan PUK SPSI yang ada di Mimika menolak membawa persoalan hubungan industrial itu ke ranah hukum.

Aser menyayangkan Freeport melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap karyawan yang melakukan mogok kerja. Beberapa kontraktor yang ada di lingkungan Freeport telah membuka lowongan pekerjaan untuk mengganti posisi karyawan yang mogok kerja.

“Manajemen Freeport telah melangkahi aturan dan UU Ketenagakerjaan yang berlaku, termasuk perjanjian kerja bersama di lingkungan Freeport,” katanya.

62total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply