Tidak Ada Ahok , Forum Betawi Rempug (FBR) Kembali Berulah Mengemis THR

BANGNAPI.COM, Jakarta – THR adalah singkatan dari Tunjangan Hari Raya , biasanya dibagikan sebagai bingkisan lebaran.    THR dalam berbagai bentuk. Bisa dalam bentuk uang , parcel , pakaian , tiket wisata.    Tentunya sesuai kemampuan pemberi THR , dari perorangan sampai perusahaan.    Negara tidak mau kalah , juga membagikan THR kepada aparat negara seperti PNS, TNI dan polisi.

Kalian jangan iri ya, DPR / MPR kerjanya cuma ongkang-ongkang kaki juga mendapatkan THR.    Kalau Presiden Jokowi nan krempeng dan menteri-menteri , jelas juga mendapat THR.     Padahal dulu THR hanya untuk karyawan perusahaan swasta, sedangkan belum ada THR untuk PNS / TNI / Polisi.

Timbul cemburu sosial di kalangan PNS / TNI / Polisi , akhirnya ada aturan baru yaitu pemberian THR untuk PNS / TNI / Polisi.    Duh, masih ada lagi , gaji bulan ke-14 untuk PNS / TNI / Polisi yang aktif.     Euuudan banget, gaji + THR + bulan ke-14.

THR umumnya dibagikan menjelang lebaran.     Ada juga THR dibagikan di hari lebaran atau sesudah lebaran.    Mengacu aturan , untuk perusahaan wajib memberi THR setara satu bulan gaji utuh tanpa satu pun potongan.   Tentunya tidak semua perusahaan patuhi aturan.    Banyak sebabnya.    Salah satunya adalah perusahaan kecil-kecilan tidak sanggup memberi THR sejumlah satu bulan gaji , sehingga memberi THR semampunya, pasti jauh lebih kecil.

Soal THR, Bang napi teringat kembali pada kasus Forum Betawi Rempug (FBR) minta THR. Pernah terjadi pada tahun 2015 , Forum Betawi Rempong mengemis ( dalam paksaan ) THR kepada perusahan-perusahaan dengan surat edaran.    THR dalam anggapan Forum Betawi Rempug adalah sebagai bentuk CSR ( Corporate social responsibility ).    CSR dimaksudkan adalah tanggung jawab sosial dari perusahaan.   Forum Betawi Rempug merasa berhak mendapat THR walaupun bukan karyawan perusahaan itu.    Alasannya , Forum Betawi  Rempug turut peran dalam keamanan perusahaan / pengusaha sehingga pengusaha dapat menjalankan usaha dengan lancar dan baik.

Terjadi kehebohan kasus kepengemisan THR oleh FBR di media manapun pada tahun 2015.    Bahkan jadi viral.    Bisa dibaca di salah satu sumber berita yang layak dipercaya yaitu kompas.    Link beritanya : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/07/09/16232171/Dapat.Surat.Minta.THR.Warga.Tangerang.Anggap.FBR.Bertindak.Seenaknya

Perusahaan keberatan dengan permintaan FBR terkait THR.    Bahkan malah FBR kelihatan sikap arogannya jika memaksakan kehendaknya untuk mengemis THR kepada perusahaan yang tidak ada kaitannya dengan FBR.    Mana bisa langsung mengemis-ngemis THR ?   Namanya premanisme dong .

Diambil dari sumber berita di Infonitas.com dengan link : http://infonitas.com/cibubur/laporan-utama/forum-betawi-rempug-minta-jatah-lebaran-ke-pengusaha/43852
Saya belum tahu, sumber di atas bisa dipercaya atau tidak dipercaya.    Tetapi tidak ada salahnya kita perlu tahu tapi kalian jangan langsung telan mentah-mentah.    Memang perlu dicek dulu kebenaran berita itu.

Ternyata tahun ini FBR kembali berulah mengemis THR.    Belum lama ini baru beredar surat permohonan financial Idul Fitri kepada pengusaha yang berdomsili dalam wilayah RW 02,RW 05 dan RW 05, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Kota Madya, Jakarta Timur.

Sekretariat FBR gardu 017 Korwil Jakarta Timur bertempat di Jalan Irigasi Ujung Menteng RT 03 , rw 03, Kelurahan Ujung Menteng , Cakung , Jakarta Timur.

detik com

Praktek pengemis semacam itu harap secepatnya diantisipasi oleh pemerintah DKI dan aparatur kepolisian , sehingga tidak mengganggu iklim investasi yang selama ini terjaga dalam situasi kondusif dan stabil.

Surat permohonan financial Idul Fitri dengan no : 11/G017/FBR/06/2017 , terkesan ada sedikit pemaksaan dalam arti keamanan pengusaha tergantung kepada pemberian THR nanti.    Dengan kata lain , apabila pengusaha pelit atau tidak mau kasih THR, kemungkinan besar akan diganggu FBR.    Entahlah, bentuk gangguan FBR seperti apa.    Yang jelas, FBR tidak akan segan-segan mengganggu pengusaha yang pelit dan tidak mau kasih THR.   Nanti mempengaruhi usaha pengusaha,bisa jadi bangkrut atau usaha dalam kondisi tidak nyaman.

Kesan pemaksaan dalam samar-samar tertulis dalam kutipan , berikut ini ;
‘Demikianlah permohonan ini kami sampaikan dengan penuh pengharapan, sudi kiranya permohonan ini dapat terealisasi dengan penuh maklum dan ikhlas , guna terciptanya hubungan yang harmonis antara pengusaha dan lingkungan ‘.

Kata lingkungan yang dibuat secara halus , sebenarnya adalah kata pengganti Forum Betawi Rempug.    Semoga pemerintah DKI dan aparat kepolisian segera merespon kejadian tersebut di atas.

kapan ada THR buat saya yah?    Saya bukan karyawan perusahan, juga bukan PNS /TNI / Polisi.
WASPADALAH WASPADALAH!!!

2438total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *