Dua Pria Gay Pembuat dan Penyebar Video Mesum Diciduk Polisi Depok, Ada Barang Bukti Kaos Oblong

Dua pria pelaku pembuatan dan penyebaran video mesum sesama jenis atau gay, sekaligus pemeran video mesum tersebut dibekuk aparat Polresta Depok, Sabtu (20/1/2018) malam sekira pukul 23.00.

Mereka ditangkap di tempat salah satu tersangka di Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Kedua tersangka adalah Rudi Saputra (21) warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Waylima, Pesawaran, Lampung Selatan serta Muchisin alias Aris alias Ucil (31) warga Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Kanit Krimsus Satreskrim Polresta Depok AKP Firdaus menuturkan, dari tangan kedua pelaku pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait pembuatan dan penyebaran video mesum mereka.

“Yakni satu buah kaos oblong putih, serta tiga buah HP atau smartphone. Yakni masing-masing merk Oppo, Samsung, dan Sony,” kata Firdaus, Minggu (21/1/2108).

Ia mengatakan para pelaku diketahui membuat video adegan mesum atau video porno gay, sesama jenis di Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamayan Pancoranmas, Depok dan kemudian di upload ke akun twitter @prassongsup, pada Rabu 21 Juni 2017 lalu.

Atas perbuatannya kata Firdaus, kedua tersangka dijerat Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 junto Pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, yang ancaman hukumannya hingga diatas 5 tahun penjara.

“Kami masih dalami dan kemungkinan mengembangkan jaringan prostitusi gay dari para pelaku,” kata Firdaus.

“Tujuan pelaku menyebarkan video intim tersebut di twitter, sebagai sarana memasarkan diri sebagai seorang pemuas nafsu kaum gay,” kata Firdaus.

Atas perbuatannya kata Firdaus, kedua tersangka dijerat Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 junto Pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, yang ancaman hukumannya hingga diatas 5 tahun penjara.

“Kami masih dalami dan kemungkinan mengembangkan jaringan prostitusi gay dari para pelaku,” kata Firdaus.

94total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *