Donald Trump Pusing Amerika Resesi di Tahun 2018

bangnapi.com, Jakarta – Menurut pakar ekonomi, Amerika Serikat diprediksikan akan mengalami resesi ekonomi dalam dua tahun ke depan. Salah satu penyebab resesi adalah stimulus fiskal terlalu berlebihan di era pemerintahan Presiden Donald Trump. Hal ini akan sistem ekonomi negara tersebut tidak berkesinambungan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Adam Posen, Presiden Peterson Institute for International Economics (PIEE). PIEE adalah institusi ekonomi Amerika Serikat yang berkantor di Washington DC.

Mengacu ke berita dari CNBC, Rabu (29 Maret 2017), Posen menyatakan target pertumbuhan ekonomi  tahun 2017 sebesar 3 persen atau lebih amat susah atau mustahil untuk dicapai dengan kondisi ekonomi sekarang yang dinilai kurang produktivitas. Faktor lainnya adalah kurangnya serapan tenaga kerja saat ini.

Selain itu, Presiden Trump juga berencana memangkas pajak dan deregulasi finansial. Hal-hal itu dapat menggiring ekonomi AS pada masalah.

Prediksi tenaga kerja yang meleset jauh dari target awal sebesar 3 persen sampai dengan 4 persen. Pada kenyataannya pertumbuhan tenaga kerja hanya sebesar 0.5 persen dan perkembangan produktivitas hanya 1 persen, Ujar Posen.

Kebijakan pemerintah Donal Trumpt untuk deregulasi finansial adalah kebijakan pedang bermata dua. di satu sisi adalah hal baik. Akan tetapi, kebijakan ekonomi ini diprediksi akan mendorong lonjakan kredit dan menyebabkan bank sentral AS Federal Reserve berhati hati dengan kebijakan ini.

The Fed atau Bank Utama Amerika Serikat sudah mencoba untuk mengatur sinyal-sinyal pertumbuhan ekonomi AS dengan menaikkan suku bunga acuan secara bertahap.

Bulan Maret 2017 ini, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, kenaikan ini adalah kenaikan pertama kali pada tahun ini dan ketiga kali sejak krisis finansial.

Namun demikian, The Fed diharapkan untuk menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut pada tahun ini. Posen mengantisipasi tiga kali kenaikan dan terus berlanjut pada 2018.

672total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *