Donald Trump Perintahkan Dokumen Pembunuhan Kennedy Dibuka

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan mempublikasikan 2.800 files terkait pembunuhan Presiden John F Kennedy. Namun dia juga menahan sejumlah files agar tak bocor karena dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.

Dilansir BBC, pejabat senior di Gedung Putih juga belum mau menyebutkan data apa saja yang dikeluarkan Badan Arsip Nasional pada Kamis, 26 Oktober 2017.

Konspirasi terus muncul sejak Kennedy ditembak hingga tewas di Dallas, Texas 54 tahun lalu. Undang-undang pada tahun 1992 diketahui kemudian menuntut adanya data terkait pembunuhan itu yang jumlahnya sekitar 5 juta halaman dan harus dipublikasikan maupun dideklasifikasi dalam jangka waktu 25 tahun, artinya pada tahun 2017 yaitu Kamis, 26 Oktober.

Oleh karena itu, 90 persen data itu kemudian kini akan bisa diakses publik. Meski diketahui bahwa sejumlah lembaga seperti CIA dan FBI melobi agar ada data-data tertentu yang tetap disimpan, namun Trump menilai bahwa sebagian besar data itu layak diketahui publik.

“Oleh karena itu hari ini saya memerintahkan harus dibuka,” kata Trump.

Sebagian data dokumen itu masih dalam kajian enam bulan. Oleh karena itu berpotensi masih menjadi rahasia hingga April tahun depan.

“Saya tak punya pilihan lain, demi alasan keamanan nasional dan potensi merusak negara maka harus menerima (sebagian disimpan),” kata Trump lagi.

Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 September 1963 saat dia berkendara di Dallas dengan mobil Limousine terbuka. Lee Harvey Oswald kemudian ditangkap atas penembakan itu meski dia selalu menyebutkan bahwa dirinya hanya kambing hitam.

Lee Harvey Oswald kemudian ditembak mati di lantai dasar kantor polisi Dallas pada 24 November 1963 oleh seorang bernama Jack Ruby yang diketahui adalah seorang pemilik klub di wilayah itu.

103total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *