Djarot: Wisata Kota Tua Bakal Sukses Jika PKL Disiplin

Pemprov DKI telah memindahkan para PKL ke lokasi baru bernama Lokasi Binaan Taman Kota Intan di Jalan Cengkeh, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Pemindahan tersebut menjadi bagian dari revitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta.

Di sana, para PKL tidak dibebankan biaya sewa. Para pedagang hanya membayar Rp 4 ribu per hari. Lokasi PKL itu juga terintegrasi dengan lahan parkir yang dapat menampung 150 mobil dan 400 motor.Terdapat pula 456 kios yang tersedia bagi para pedagang kaki lima, yang terdiri dari 128 kios untuk pedagang kuliner dan 328 kios untuk pedagang non-kuliner.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pun mengingatkan kepada para PKL yang berpindah di lokasi tersebut untuk berjualan dengan tertib dan bersaing secara sehat.

“Untuk saudara-saudara kita yang mendapatkan kios di lokasi binaan di Jalan Cengkeh, nasib Anda sekarang tergantung pada diri sendiri. Bagaimana kalian bisa berjualan secara baik, jualan kalian enak, jualan kalian bersih. Kalau enak, bersih, harganya terjangkau, insya Allah akan ramai,” ujar Djarot di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Kamis malam (5/10/2017).

Pemprov DKI, kata dia, sudah memfasilitasi semaksimal mungkin untuk kemajuan para PKL. Selanjutnya, para PKL dapat menentukan sendiri langkahnya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Anda mau bangkit silakan, Anda mau berkembang alhamdulillah. Kalau Anda ogah-ogahan dan tidak punya optimisme, tidak punya kreativitas maka nasib Anda ada di tangan Anda,” ujar Djarot.

Pantau PKL

Selain itu, Djarot juga meminta kepada Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi, serta jajaran pemerintahan provinsi DKI Jakarta lainnya agar menjaga kawasan Kota Tua terbebas dari maraknya pedagang kaki lima (PKL).

“Kuncinya sekarang saya titip pada wali kota, satpol pp, dinas perhubungan, kecamatan, dan kelurahan jaga kawasan ini jangan sampai ada lagi PKL di pinggir-pinggir jalan. Tidak boleh parkir sembarangan,” ujar Djarot.

Menurut Djarot, dengan menjaga ketertiban dan kebersihan, para pedagang akan merasakan manfaatnya. Para pengunjung akan merasa nyaman untuk berwisata di kawasan tersebut.

“Wisata kota tua akan sukses kalau kita tertib dan disiplin. Saya minta betul kita harus tertib dan disiplin,” tegas Djarot.

Djarot bahkan menegaskan, jika masih ada pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar agar ditindak secara tegas dan ditertibkan. Menurutnya itu dilakukan demi kepentingan warga Jakarta semata. Termasuk pula bila ada warga Jakarta yang tidak menjaga kebersihan di kawasan Kota Tua agar ditindak tegas.

“Haduh susahnya ya (menjaga ketertiban dan kebersihana). Padahal masyarakat betawi ini (budaya tertib dan bersih) sudah dimulai sejak abad ke-4, abad ke-5. Kita mempunyai budaya yang sangat tinggi. Budaya tertib, budaya kerja keras, budaya menghargai, menghormati, toleransi, bekerjasama, bergotong royong, dan tidak egois. Mari kita contohkan di kawasan Kota Tua,” tegas dia.

122total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *