Djarot Menampar Muka Sandiaga Uno Soal KJP Plus

bangnapi.com, Jakarta – Djarot lagi-lagi menampar muka Sandiaga Uno secara tidak langsung. Kali ini Djarot memberi tanggapan cerdas dan jelas tentang program KJP Plus yang sedang ramai digemborkan oleh Sandiaga Uno dan pasangannya. Bagaimana tidak, program KJP adalah ide dari Jokowi Ahok sejak maju di Pilkada Jakarta 2012 yang lalu. Program ini pun menuai kesuksesan tinggi di era Ahok. Sejak ditinggal oleh Joko Widodo, sistem yang dibangun dengan sangat baik ini mendapatkan respon dan kepuasan yang tinggi dari warga DKI.

Namun demi kepentingan politik tingkat tinggi di Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies Sandi pun mencomot program ini. Bahkan tanpa malu-malu menyebutkan program ini akan dilaksanakan secara plus dengan berbagai improvisasi. Seolah mereka yang menggagasi program ini. Bahkan terkesan sombong. Padahal kalau mau jujur, improvisasi KJP Plus yang ditawarkan mereka adalah lebih ke bentuk plagiarisme dalam dunia akademik. Namun dalam kampanye politik tak mengenal istilah ini.

Apapun itu, biarlah itu menjadi strategi mereka dalam meraih kekuasaan. Namun ada isu yang beredar mereka menarik akan KJP Plus ini. Setelah beberapa hari lalu pengusaha super kaya ini terkesan sangat merendahkan Djarot dengan menyebutkan Djarot tidak mengerti, kali ini Djarot mengupas KJP Plus yang dimaksud. Mungkin bisa disebut sebagai tamparan keras buat Sandi.

Dikutip dari detik.com, begini isi tanggapan Djarot:

“Itu kan Pak Sandi itu banyak melakukan improvisasi, sekarang kalau seperti ini katanya niru program, sing niru sopo? Kalau seperti ini ya nggak pake ‘plus-plus’ saya sambut baik tetapi kalau seperti itu bisa masuk nggak dalam APBD?” kata Djarot di sela-sela acara Pengajian Golkar Pesanggrahan di Balai Rakyat Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017).

Djarot juga bertanya-tanya soal sumber dana dari KJP Plus sementara yang digadang-gadang Sandiaga ini.

“Sekarang begini kalau seperti itu kan berarti nanti duitnya dari duitnya sendiri atau duit APBD? Kalau duit dari duit beliau sendiri kan nggak masalah, kan Pak Sandi juga masuk pengusaha super kaya,” sambungnya.

Djarot menuturkan saat ini dirinya tinggal melanjutkan program yang telah terlaksana, terkecuali program Kartu Jakarta Lansia (KJL) yang masih dalam pendataan. Program ini pun belum berani diluncurkan sebelum data terverifikasi.

“Kalau kami ini kan ya sudah berjalan, apapun sudah berjalan. Yang belum berjalan kan cuma Kartu Jakarta Lansia yang dalam bentuk cashless karena masih dalam bentuk pendataan. Itu pun kami juga nggak berani mengeluarkan kartu, nggak berani,” papar Djarot.

“Makanya sekarang kan masih pendataan, masih pendataan nggak berani, sambil nanti kita ajukan anggarannya. Sebelum ada kepastian kami nggak berani,” sambungnya.

Dalam beberapa kali kampanye, Sandiaga membawa dummy KJP Plus yang ditunjukkan kepada warga. Dia juga mengabsen warga yang belum menerima KJP.

“Ada yang belum dapat KJP di sini? Nanti daftar di sini, bisa ambil KJP Plus sementara. Nanti tanggal 19 (April) kalau lolos kita pasti kasih,” kata Sandiaga di Kelurahan Joglo, Jakarta Barat, Selasa (28/3) (Sumber https://news.detik.com/berita/d-3459874/djarot-tanya-anggaran-kjp-plus-sementara-versi-sandiaga?_ga=1.242165954.154013614.1486220117).

Tanggapan yang sangat mengena dan menjelaskan duduk perkara secara jelas. Sebelumnya Sandiga maupun Anies sering mengklaim bahwa Ahok Djarot meniru program yang mereka buat. Dengan sangat pede dan berani mereka menyebutkan bahwa mereka adalah yang pertama kali mencetuskan, contohnya KLJ. Fakta-fakta memang sudah dibeberkan oleh Ahok soal KJL.

Meskipun masyarakat sudah tahu fakta kebenaran sebelumnya, namun banyaknya kaum nalar pendek yang membuat fakta ini menjadi terbalik. Untung Djarot sanggup menguak semua ini agar kiranya masyarakat yang masih bisa ditolong dapat mengetahui fakta sebenarnya sehingga dapat dievakuasi.

Sudah terlalu banyak kebohongan yang beredar. Untuk itu sangat perlu sekali menguak semua fakta yang ada. Bertanya adalah salah satu caranya dan ini sudah dilakukan oleh Djarot.

Tanggapan dan pertanyaan Djarot ini adalah pertanyaan yang mengerti fakta dan kondisi sebenarnya. Sebab Djarot paham betul KJP dan memiliki pengalaman dalam menyukseskan program ini.

Jika ingin jujur, sebuah program yang telah dikerjakan oleh seseorang seharusnya tidak lagi dapat dijadikan program oleh orang lain. Karena itu sudah milik seseorang yang sudah dan sedang berjalan. Tetapi itulah, di Pilkada DKI ini justru ini dilanggar. Seharusnya ini sudah tergolong plagiarisme kalau dalam dunia akademik dan plagiarisme itu adalah pencurian.

Pencerahan dari Djarot ini seharusnya bisa membuka hati dan pikiran warga DKI. Sebab si pengusaha super kaya ini tidak akan bisa sadar. Hanya warga Jakarta yang bisa menyadarkan dia dengan Ahok Djarot menang pada 19 April nanti.

509total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *