Djan Faridz: Kubu Romi Ikut Pemilu, PPP Bisa Dibubarkan

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta Djan Faridz mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (9/10), namun bukan untuk mendaftarkan partai yang dipimpinnya.

Dia bertemu Ketua KPU Arief Budiman untuk berkonsultasi terkait surat sah keputusan partai dan Pemilu 2019 mendatang.

“Jadi memang dengan pertemuan ini, KPU membuat terobosan hukum, ya kan, tidak hanya melihat SK Menkumham tapi beliau harus melihat hukum yang berlaku. Hukum itu di atas semua kepentingan, dan ini undang-undang,” ujar Djan usai bertemu dengan pimpinan KPU.

Djan mengaku tidak mempersoalkan bila kubu PPP Romahurmuziy atau Romi ikut Pemilu 2019. Namun, pihaknya khawatir jika kubu Romi dipersoalkan oleh pihak lain karena pelanggaran hukum karena dampaknya bisa membubarkan PPP.

“Cuma kalau pemilu ini diikuti oleh organisasi beliau (Romi), yang organisasinya melawan undang-undang, nanti waktu di pemilu ada orang yang mempersoalkan keikutsertaan kita di pemilu itu batal demi hukum. Nah ini yang kita takutkan, kalau kubu Romi tetap ikut Pemilu eggak ada masalah, tapi kalau nanti di suatu hari ditemukan unsur pelanggaran hukum, bubar PPP. Kasihan, ya kan,” ucapnya.

Ditegaskannya, PPP yang dipimpinnya adalah yang sah yang dimenangkan oleh keputusan Mahkamah Agung.

“Yang sah itu di kita, karena kita punya kekuatan hukum tetap. Kita punya putusan Mahkamah Agung 604, kita punya kekuatan hukum. Yang 601, yang mana mengembalikan seluruh sengketa partai politik ke mahkamah partai,” tandasnya.

Djan berharap KPU merespon positif dan bisa mempertimbangkan putusan tersebut.

112total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *