Ditemukan 75 Meme Bernuansa Kebencian dari Pemuda asal Pasuruan yang Hina Presiden

Meski baru berumur 21 tahun, namun Haidar cukup aktif dalam melakukan kegiatan penyebaran ujaran berbau ujaran kebencian di media sosial, Instagram.

Berdasarkan hasil pendalaman tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur, Haidar telah memproduksi 75 konten meme yang berbau penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Menyebarkannya di Instagram, ada 75 konten meme negatif. Belum terbuka semua, hanya 75 yang bisa kita kopi,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (10/10/2017).

Kegiatan penyebaran ujaran kebencian tersebut, menurut Frans dilakukan oleh Haidar sejak 2016.

Dirinya memprediksi ujaran kebencian yang dilakukan oleh Haidar, akan lebih banyak lagi jika dihitung sejak 2016.

“Tetapi kalau kita telusuri, dari juli 2016 sampai sekarang ya sangat banyak,” tambah Frans.

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini mengungkapkan bahwa Haidar selama ini membuat meme tersebut sendiri. Dirinya tidak mengambil dari akun Instagram orang lain.

“Sementara dia ngambil sendiri dari yang bersangkutan. Tapi dari akun yang bersangkutan diakses 7825 orang berarti cukup banyak yang mengakses. Ini kan ruang publik,” ungkap Frans.

Haidar ditangkap setelah melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui akun Instagram.

Dari postingan yang diunggah di Instagram, ia antara lain menghina Presiden Jokowi hingga menyamakan Kapolri dengan DN Aidit yang merupakan salah satu tokoh PKI.

Atas tindakannya itu, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tersangka terancam hukuman 6 tahun penjara.

169total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *