Diplomasi Budaya Tantowi Yahya, Menjelajah Indonesia di Kota Wellington

Suasana berbeda terasa di Hotel Bristol, cafe and pub terkenal di Wellington, Ibu Kota Salendia Baru,  Jumat (18/8/2017) malam.

Suasana lndonesia dan Maluku begitu terasa. Pengunjung antusias memadati pub terkenal di Ibu Kota Salendia Baru itu. Seakan mereka yang hadir, diajak menjelajah Indonesia bagian Timur yang kental dengan nuansa Melanesia dan Pasifik.

Lagu-lagu manis dan dinamis yang dimainkan oleh JP Band, dari Kota Ambon, Maluku. Membuka penampilannya dengan lagu Pancasila yang agung, JP Band langsung menggebrak dengan lagu-lagu Maluku, Indonesia dan barat bertempo cepat dan riang.

Lagu Bento, I feel good, Sugar dan beberapa lagu reagae dari Bob Marley, menghibur mereka yang hadir di acara itu. Kehangatan dan keceriaan terbangun dalam balutan suasana Pasifik lewat suara emas Willy, vocalis dan Errol si peniup saxophone.

Emosi pengunjung benar-benar dimainkan karena beberapa saat kemudian, pengunjung dibuat hanyut dalam suasana melankolis khas Maluku lewar lagu-lagu khas Pulau Maluku.

Sio Mama dan Beta So Move On. JP Band bermain selama 90 menit dengan mood dan kekompakan yang terjaga dan berkali-kali mendapat tepuk tangan panjang penonton.

KBRI Wellington dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Pemprov Maluku, sengaja mengundang group dan penyanyi dari Maluku dalam rangka memperkenalkan kesenian dari Indonesia bagian timur yang kental dengan aroma Pasifik, Melanesia dan Polinesia kepada masyarakat Selandia Baru.

KePasifikan kita belum banyak diketahui oleh bangsa-bangsa di Pasifik jelas Tantowi Yahya, Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga.

Dalam rangka misi itu, dalam rilisnya yang diterima tribunnews.com, Sabtu (19/8/2017) KBRI Wellington menjelaskan, sengaja mengundang para duta besar dan high commissioner negara-negara Pasifik Selatan yang ada di Wellington.

Dijelaskan, hadir pula high commissioner Samoa yang juga kepala korps diplomatik di Wellington, high commissioner Solomon Islands dan Papua New Guinea, Dubes Timor Leste dan Dubes Filipina.

Dalam sambutannya menjelang pertunjukan, Dubes RI Tantowi Yahya menjelaskan masih banyak yang belum tahu bahwa Indonesia bagian dari Pasifik dan bangsa-bangsa Melanesia dan Polynesia.

5 provinsi di Indonesia secara geografis terletak di Pasifik yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara. Dari sktr 13 juta masyarakat Melanesia dan Polynesia di dunia, 8 juta diantaranya di Indonesia.

“Fakta geografis dan sosial budaya yang kita miliki inilah yang terus kami informasikan ke masyarakat Pasifik dalam berbagai upaya” jelas Tantowi.

Kementrian Luar Negeri saat ini tengah menggalakkan keterlibatan di Pasifik (Pacific Engagement) melalui berbagai program. Menurut Tantowi, cara yang paling mudah adalah lewat budaya.

“Diplomasi budaya adalah satu-satunya diplomasi yang sanggup menembus seluruh batasan dan perbedaan,” ia memastikan.

98total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *