Dilaporkan Prabowo, Ini Tanggapan Politisi Hanura Inas Zubir

Wakil Ketua Komisi VI DPR dari fraksi Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir membantah telah menebar fitnah kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hal ini terkait dengan dirinya yang dilaporkan kuasa hukum Prabowo diwakili Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya (Laskar) ke Bareskrim Polri.

“Info dari rekan media bahwa Prabowo Subianto melaporkan saya, Inas N Zubir, Anggota DPR/MPR-RI Fraksi Hanura, ke Bareskrim melalui lembaga hukum-nya, maka saya perlu memberikan klarifikasi bahwa judul video yang saya posting berasal dari ucapan Prabowo sendiri, yakni: ‘Rampok orang susah’,” ujar Inas melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Inas menjelaskan, dirinya mendapatkan video dari situs berbagi video YouTube yang didalamnya terdapat Prabowo mengatakan ‘Kalau perlu kau rampok tetanggamu yang sedang kesusahan’.

“Dalam video yang saya peroleh di YouTube terdapat berbagai argumen Prabowo yang tidak sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia, contoh salah satu argumen prabowo tersebut adalah ‘Kalau perlu kau rampok tetanggamu yang sedang kesusahan’,” ucap dia.

Inas menilai, ucapan tersebut sangatlah tidak pantas diucapkan oleh seorang calon pemimpin negara.

“Menurut saya, argumen tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang calon pemimpin negara walaupun dilakukan pada waktu yang lampau, akan tetapi jika argumen tersebut merupakan prinsip bernegara dari seorang Prabowo, maka sebagai anggota MPR, saya harus menjauhkan bangsa ini dari prinsip-prinsip yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” tegas Inas.

Dipolisikan Kuasa Hukum Prabowo

Sebelumnya, Politisi Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir dipolisikan Wakil Sekretatis Umum Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya (Laskar) Partai Gerindra Yeyet Nurhayati ke Bareskrim Polri pada Selasa 24 Oktober 2017 kemarin.

Ia dinilai telah menebar fitnah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto melalui akun media sosial miliknya.

Yeyet melaporkan pemilik akun Facebook Inas N Zubir dan Twitter bernama Inas N Zubir-A556 dan juga pemilik akun Twitter atas nama ‘Sang Guru @GuruSocrates’. Karena tiga akun tersebut dianggap oleh Nurhayati telah menyebarkan fitnah.

Sementara itu, video yang dimaksud Inas adalah cuplikan mengenai pidato Prabowo pada 2004 silam dan banyak diedarkan saat Prabowo menjadi calon presiden dalam Pilpres 2014.

Saat itu, Prabowo sedang menjelaskan mengenai strategi, yang dapat digunakan lawan tanpa mengenal kasihan. Strategi yang diucapkan Prabowo merupakan strategi yang diperkenalkan filsuf China Sun Tzu, yaitu loot a burning house.

Strategi ini merupakan ajaran untuk mendistraksi atau memecah perhatian musuh, yaitu menyerang di saat musuh dalam keadaan panik akibat kondisi tertentu, seperti kebakaran.

163total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *