Diaspora Kembali Gelar Kongres “Kerja Nyata”, bukan “Pencitraan”

0

Kongres Diaspora (Conggres of Indonesia Diaspora/CID) ke-4 akan kembali digelar untuk keduakalinya dalam bentuk pertemuan global (Global Summit) yang berlangsung tanggal 21-22 Agustus 2017 di Jakarta. Pertemuan ini akan memfokuskan sejumlah program nyata diaspora untuk Indonesia khususnya dalam rangka pembangunan Papua dan Papua Barat.

Acara ini akan menghadirkan sejumlah pembicara kunci yaitu Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

“Kali ini bukan wacana atau inspiring talks lagi tapi langkah-langkah serius untuk menghasilkan perubahan,” kata Ketua Penyelenggara Global Summit CID ke-4 Herry Utomo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/8).

Global Summit CID ke-4 ini dilaksanakan oleh Indonesian Diaspora Network Global (IDNG), Indonesian Diaspora Business Council (IDBC), dan Indonesian Diaspora Foundation (IDF). Ada empat topik dalam pertemuan kali ini yaitu Breakthrough Education and Telemedicine Initiative for Papua and West Papua, Breakthrough Energy Initiative to Meet National Demands for Electricity, Diaspora Advocacy and First Legal Aid for Diaspora, dan Kartu Diaspora dan Sistem Pembayaran.

Sebelumnya, Kongres diaspora ke-4 juga digelar pada 1-4 Juli lalu atas gagasan Ketua Board of Trustees (Dewan Pengawas) IDNG Dino Patti Djalal. Kongres Juli itu menghadirkan pembicara kunci yaitu mantan presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Pecah?
Kongres Juli lalu sudah melantik pengurus diaspora, pelantikan sama juga akan digelar dalam kongres Agustus nanti. Perbedaan-perbedaan ini akhirnya memunculkan isu perpecahan di kepengurusan diaspora Indonesia.

Terkait hal itu, Herry mengatakan kongres Juli dan Agustus tidak kontradiktif, melainkan saling memperkuat.

“Sekarang ini kita lebih kepada program oriented, maka ada program Papua, kartu diaspora. Itu semua program nyata, bukan lagi semacam wacana dan wahana,” ujarnya.

Herry menyebut CID ke-4 yang melibatkan Obama lebih kepada image building (pencitraan) dan public relations (humas) untuk menumbuhkan semangat dan inspirasi bagi anak-anak muda. Itu sebabnya banyak ditampilkan diaspora yang berhasil di luar negeri.

“Jadi saling melengkapi. Kalau kita bilang di Juli adalah apel, maka di Agustus adalah jeruk. Dengan begitu masyarakat kita mendapatkan dua-duanya,” ujarnya.

Steering Committee Global Summit CID ke-4, Edward Wanandi, mengatakan masih banyak hal yang belum tercakup dalam kongres Juli, sehingga pada kongres Agustus kali ini akan disampaikan program yang sudah siap termasuk kartu diaspora.

“Menurut saya, anggap saja ini terusannya karena yang lalu kita lebih banyak fokus terhadap Obama,” kata Edward.

Mengenai para pembicara kunci, Edward mengatakan semuanya sudah memberikan konfirmasi kehadiran.

Presiden IDNG Ebed Litaay mengatakan diaspora juga akan melakukan program-program penjangkauan (outreach), seperti terlibat dalam proyek Desa Emas pemerintah.

62total visits,3visits today

Share.

About Author

Leave A Reply