Densus 88 Juga Geledah Rumah Istri Ketiga Sidik

Densus 88 Antiteror membekuk SI (33) dan SL (33), dua terduga teroris di Banyumas, Jateng, Kamis (1/2) siang.

Keduanya ditangkap di Jalan Agus Salim, Karang Pucung, Purwokerto Selatan sekira pukul 11.00.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK menyatakan, penangkapan dilakukan oleh Densus 88. Sedangkan Polres Banyumas hanya mendampingi.

“Ada dua yang diamankan, SI dan SL. Keduanya ditangkap di jalan saat bersama-sama, karena SL bekerja kepada SI,” kata dia.

Menurut informasi, Sidik alias SI ini ditangkap lantaran menyembunyikan dan memfasilitasi Ageng Nugroho kelompok Suryadi Mas’ud. Sidik juga diduga sebagai penyokong dana untuk jaringan itu.

“SI dan SL dibawa ke Mapolda Jawa Tengah, diperiksa di sana,” jelas Kapolres.

Setelah keduanya ditangkap, tim Bawor Polres Banyumas, Densus 88 dan tim Gegana Unit 3 Banyumas melakukan penggeledahan di rumah tersangka.

Lokasi pertama yang digeledah, adalah rumah istri ketiga Sidik di Desa Pasir Wetan RT 1 RW 3 Kecamatan Karanglewas.

Pantauan Radarmas (Jawa Pos Group), penggeledahan dilakukan mulai pukul 15.00. Puluhan personel gabungan bersenjata lengkap, mengamankan lokasi dan jalan masuk menuju rumah tersangka.

Selain menggeledah rumah Sidik, polisi juga memeriksa istri ketiganya. Penggeledahan di rumah ini, selesai sekira Pukul 16.45.

Rumah SL yang letaknya bersebelahan, juga digeledah petugas. Garis polisi melintang di depan kedua rumah itu.

Terlihat enam paper bag diangkut petugas. Juga ada senapan angin, busur berikut anak panah.

“Barang yang kami temukan antara lain buku, flash disk dan dokumen lainnya yang terkait dengan teroris. Tidak ditemukan adanya bahan peledak di rumah ini,” ungkap Kapolres.

Setelah menggeledah rumah di Pasir Wetan, polisi menuju rumah istri pertama sodik. Letaknya di Jalan Tambak Batu, Karangpucung, Purwokerto Selatan.

Di rumah ini, banyak ditemukan tumpukan karung berisi sandal. Pasalnya, Sidik juga dikenal sebagai penjual sandal dan perabotan rumah tangga.

Dari lokasi ini, petugas juga membawa lima paper bag coklat. Barang-barang yang dibawa antara lain, buku tabungan dan buku-buku ajaran radikal.

“Ada bukti-bukti transfer, nilainya besar sampai ratusan juta rupiah,” tegas Kapolres.

Penggeledahan di rumah ini berlangsung cukup singkat. Sekira pukul 17.45, petugas sudah meninggalkan lokasi.

100total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *