Dengan Uang 3M, Gedung DPR Mau Diduduki, NKRI Mau Digadaikan. Situ Waras?

bangnapi.com, Jakarta – Sebelum Aksi 313, Polda Metro Jaya menangkap Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath yang juga sebagai koordinator aksi bersama dengan 4 orang lainnya terkait permufakatan makar. Banyak yang menyayangkan penangkapan ini. Beberapa mengatakan pemerintah parno, dikit-dikit main tangkap. Tentunya polisi harus memberikan penjelasan dan klarifikasi mengenai penangkapan tersebut.

Menurut Argo (Kabid Humas Polda Metro Jaya), para tersangka kasus dugan makar memiliki rencana untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Mereka terlebih dulu rapat di dua tempat yaitu di kawasan Kalibata Jakarta Selatan dan Menteng Jakarta Pusat. Mereka membahas bagaimana rencana untuk menduduki gedung MPR/DPR RI.

“Memang di sana disampaikan bahwa untuk jatuhkan pemerintah sah dibutuhkan dana Rp 3 miliar, pemerintah bisa jatuh,” kata Argo. Polisi masih belum mendapatkan sumber dana tersebut. Juga tidak diungkapkan secara rinci untuk apa saja anggaran 3 miliar tersebut.

Nah, kalau begini berarti ada donatur dananya. Jika dugaan polisi benar, maka ini benar-benar tidak bisa ditoleransi lagi. Ini adalah makar versi 2.0, kelanjutan dari aksi 212 yang gagal karena terduga sudah dikandangkan duluan. Dasar dikasih kambing minta onta. Semoga kalau ini benar, polisi bisa menangkap otak dan dalang di balik semua ini. hal seperti ini sudah sangat mengurasi energi bangsa. Tiap hari urusin demo, dengan dalih memperjuangkan keadilan atas kasus Ahok, tak tahunya di belakang layar ada rencana untuk gulingkan pemerintah yang sah.

Menurut Argo, ada beberapa rencana yang telah dipersiapkan mengenai cara masuk ke gedung MPR/DPR. Yaitu dengan menabrakkan kendaraan truk di pagar belakang DPR. Ada juga 7 pintu dari hasil rapat itu, gorong-gorong dan jalan setapak. Jadi dengan asumsi kalau semua massa sudah masuk ke gedung DPR, akan kesulitan didorong keluar.

Sepertinya gedung MPR/DPR menjadi tempat yang sangat strategis untuk menjatuhkan pemerintah. Tercatat aksi 411 dan 212 juga diduga ada rencana untuk menduduki gedung tersebut. Sebuah rencana yang berulang tapi syukurlah tidak sampai terjadi. Jika lengah, bisa saja penguasaan gedung MPR/DPR sangat mungkin terjadi.

Dari sini saja pemerintah seperti diserang dua arah. Polisi menangkap pelaku terduga makar, beberapa orang protes termasuk si Fahri Hamzah. Tidak ditangkap, dan saat terjadi apa yang ditakutkan, pemerintah pula yang disalahkan. Serba salah, bukan? Kalau mereka memang berniat melakukan makar seperti yang dilakukan polisi, maka ini adalah tindakan yang sangat memalukan. Dengan uang 3 miliar, negara dibikin rusuh, tidak kondusif dan seolah sedang dalam kondisi kritis. Dengan uang 3 miliar, NKRI mau digadaikan. Dengan uang 3 miliar, negara yang sedang membangun ini mau ditarik hingga mengalami kemunduran. Situ waras?

Dan yang lebih parah, para tersangka diduga merencanakan aksi makar di 5 kota besar setelah Pilkada 19 April nanti, yaitu Makasar, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta sendiri. “Untuk tanggal 30 dan 31 Maret merupakan pemanasan, itu dalam pertemuan itu agendanya seperti itu,” kata Argo.

Sudah lihat sendiri, aksi 313 hanya pemanasan untuk sesuatu yang lebih mengerikan. Kalau tidak diantisipasi dari sekarang, ditakutkan rencana akan semakin dimatangkan, strategi akan diramu dan terjadilah makar. Orang-orang seperti sudah seharusnya jangan dikasih hati karena niatnya sudah sangat serius. Niat seperti ini sangat membahayakan negara jika tidak diatasi.

Mereka yang tertangkap ini mungkin hanyalah pion atau aktor saja. Mungkin ada sutradara yang mengarahkan. Sekarang tinggal menunggu kinerja kepolisian mengungkap siapa sutradara tersebut. Dengan melihat pola berulang untuk mengkudeta pemerintah, rasanya orang yang menginginkan ini adalah mereka yang bukan hanya lapar tapi juga sangat haus kekuasaan. Saking hausnya, tak tahan lagi menunggu hingga tahun 2019. Maunya pemerintahan sekarang diganti secara paksa. Kalau bukan mereka yang haus kekuasaan, bisa jadi mereka yang kepentingannya sangat terusik oleh kehadiran Jokowi.

Kalau sampai pemerintah ingin digulingkan, tentunya ada yang sangat tidak disukai dari pemerintahan sekarang. Dan lucunya para pion seolah buta nuraninya, hingga rela melakukan sesuatu yang nekat. Dan dikhawatirkan, jika tidak ada penegasan, tindakan-tindakan seperti ini bisa terulang lagi, hingga berkali-kali. Ini saja 5 kota mau dimakarin, besok-besok berapa kota lagi? Kalau dikasih kambing minta onta, berarti tak tahu diri. Dilembutin, malah makin garang. Dikerasin, nanti termehek-mehek dan protes pemerintah terlalu keras. Situ waras?

http://m.tribunnews.com/nasional/2017/04/04/al-khaththath-cs-rencanakan-bobol-gedung-dpr-lewat-gorong-goronghttps://m.detik.com/news/berita/d-3464992/polda-al-khaththath-dkk-rencanakan-aksi-makar-di-5-kota-besar

551total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *