Darurat Miras Oplosan, 7 Orang Meninggal di Sukabumi

Korban meninggal dunia akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bertambah. Dari 24 orang korban yang ditangani di RSUD Pelabuhanratu, 7 diantaranya meninggal dunia.

“Kami tetap berkoordinasi dengan pihak pemda setempat untuk bersama-sama melakukan pemberantasan miras oplosan, lalu melakukan evaluasi apakah ini sudah termasuk darurat atau belum,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi usai menjenguk korban di RSUD Pelabuhanratu, Sukabumi, Rabu (11/4).

Berdasarkan penuturan korban, kata Nasriadi, mereka minum miras oplosan pada rentang waktu sore hingga malam hari secara beramai-ramai.

“Kami mengimbau bagi warga yang pernah minum miras oplosan untuk segera diperiksa di rumah sakit,” imbuhnya.

Nasriadi mengatakan pihaknya terus menggelar razia miras oplosan di Kabupaten Sukabumi untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

“Kami dari pihak kepolisian terus melakuan razia terhadap penjual-penjual miras ilegal di Sukabumi,” ujarnya.

Berdasarkan data rumah sakit hingga Rabu (11/4) pagi, 7 korban yang meninggal akibat miras oplosan adalah Dewa Prabowo warga Gunungbutak, Kecamatan Palabuhanratu, Hendrik alias Tokek warga Kampung Cemara Kelurahan Palabuhanratu, Damendra bin Dedi warga Kampung Cipatuguran Kelurahan Palabuhanratu.

Korban lainnya yakni Erik warga Kampung Gunungsumping Desa Citepus, dan Ruhmana warga Kampung Babakan Anyar Palabuhanratu. Terakhir Rizal warga di sekitar Stasiun Kereta Api Cibadak Kabupaten Sukabumi dan Yopi warga Desa Wanajaya Kecamatan Cisolok. Korban rata-rata berusia 19 hingga 30 tahun.

211total visits,4visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *