Dari Drama Penyanderaan di Bank Swedia Lahirlah ‘Stockholm Syndrome

SEBUAH drama penyanderaan enam hari yang terjadi di Stockholm, Swedia, 44 tahun lalu mendapat perhatian dunia. Tingkah laku para korban yang tidak biasa terhadap para penyanderanya melahirkan sebuah istilah yang dikenal sampai hari ini, ‘Stockholm Syndrome’.

Pada 23 Agustus 1973, pagi hari, seorang tahanan yang melarikan diri memasuki sebuah bank , Sveriges Kreditbanken yang ramai di alun-alun Norrmalmstorg di Stockholm. Dari balik jaketnya, Jan-Erik Olsson mengeluarkan senapan mesin ringan, menembaki langit-langit dan, menyamarkan suaranya agar terdengar seperti orang Amerika.

Setelah melukai seorang polisi yang datang menjawab panggilan alarm bank, Olsson menyandera empat orang dan mengajukan sejumlah tuntutan. Dia meminta temannya, Clark Olofsson untuk dilepaskan dari penjara dan dibawa ke bank bersama dengan uang sebesar tiga juga kronor (sekira Rp1,1 miliar), dua senjata api, rompi antipeluru, helm dan mobil Ford Mustang dengan tangki penuh bahan bakar.

Kejadian itu dengan cepat menarik perhatian baik dari dalam negeri maupun luar negeri, bahkan penyanderaan Norrmalmstorg menjadi peristiwa kriminal pertama yang disiarkan langsung di televisi Swedia. Markas besar kepolisian Swedia kebanjiran panggilan dari warga yang memberikan saran kepada polisi untuk mengakhiri penyanderaan.

Terkurung di dalam lemari besi bank yang sempit, para sandera dengan cepat membentuk ikatan yang tak biasa dengan para penculik mereka. Terlebih lagi Olsson dan Olofsson memperlakukan mereka dengan baik.

98total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *