Dampak Badai Harvey Tak Ganggu Infrastruktur, Harga Minyak Naik

Harga minyak mentah AS naik tipis pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Kekhawatiran akan ancaman Badai Harvey telah mereda sehingga aktivitas kilang pengolahan minyak mulai berjalan lagi.

Mengutip Reuters, Selasa (5/9/2017), harga minyak berjangka AS menguat 8 sen ke level US$ 47,37 per barel seiring pulihnya permintaan di AS usai beberapa kilang mengurangi aktivitas akibat Badai Harvey.

Harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan dunia, turun 41 sen menjadi US$ 52,34 per barel. Penurunan ini terjadi karena sebagian besar pelaku pasar memindahkan portofolio ke instrumen yang aman seperti emas usai uji coba nuklir Korea Utara.

Kerusakan infrastruktur minyak di Gulf Coast sepetinya tidak sebesar yang diperkirakan aau dikhawatirkan oleh pelaku pasar. Oleh sebab itu, pemulihan aktivitas pengolahan minyak pun mulai berangsur pulih.

Beberapa kilang utama yang mengubah minyak mentah ke produk olahan seperti bensin dan avtur secara bertahap melanjutkan proses operasi pada Senin. Colonial Pipeline, sistem penyaluran bahan bakar di AS juga telah memulai kembali penyaluran minyak dari Texas ke New Jersey.

“Gangguan Badai Harvey di Teluk AS sepertinya telah usai. Sejauh ini industri energi sepertinya terhindar dari kerusakan yang besar pada jaringan infrastruktur,” jelas analis JBC Energy dalam catatannya kepada para klien.

“Namun untuk beberapa kilang di daerah Houston memang kemungkinan masih akan belum beroperasi dalam waktu dekat ini,” tulis catatan tersebut.

198total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *