Crane Kembali Jatuh, Pemerintah Diminta Bentuk Komite Keselamatan Konstruksi

Tim Dewan Pakar dari Emrus Corner, Hasudungan Sihombing meminta agar pemerintah pusat membentuk Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) yang berfungsi untuk mengawasi proyek demi meminimalkan kecelakaan kerja seperti jatuhnya crane proyek double-double track kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur.

Crane proyek LRT jatuh pada Minggu, 4 Februari 2018 hingga menewaskan 4 pekerja.

Hasudungan mengatakan, lembaga KKK menjadi penting karena banyak kasus kecelakaan kerja dan menelan korban jiwa. Dengan adanya KKK, lanjut Hasudungan, kecelakaan dapat dicegah mulai dari sistem pengawasan di lapangan.

Tercatat, dalam 2017 sudah terjadi sejumlah kasus crane jatuh, di antaranya crane rambu VMS di KM 15 tol Cikampek, crane proyek LRT Palembang yang menimpa 2 rumah warga, kemudian crane proyek hotel di Solo, Jawa Tengah yang juga timpa rumah warga, serta tiang crane yang menimpa rumah warga di Kelapa Gading, Jakarta.

“Tentu perlu sekali dibentuk Komite Keselamatan Konstruksi yang tugasnya mengawasi di lapangan, dengan demikian masyarakat menjadi aman dan kepastian terlaksananya proyek infrastruktur akan menjadi lebih baik,” kata Hastoruan kepada Okezone, Senin (5/2/2018).

Selain pembentuk KKK, Hastoruan berpendapat perlunya penegakan batasan jumlah proyek yang boleh dikerjakan oleh satu perusahaan atau kontraktor, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Kenyataannya, kata Hastoruan, Perpres masih kerap saja diabaikan oleh para pihak pengembang. Akibatnya kecelakaan kerja yang menelan korban luka atau tewas tak terhindarkan. Oleh sebab itu, lembaga terkait harus memerhatikan para kontraktor maupun BUMN agar menerapkan peraturan tersebut.

“Yang jelas banyaknya proyek yang ambruk pasti berhubungan erat dengan proses Pengadaan Barang dan Jasa atau PBJ. Coba lihat di lapangan, apakah aturan ini sudah ditaati, jelas tidak,” pungkasnya.

98total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *