Cerita Alih Anggaran PENS dan “Tradisi” Suap Berujung OTT KPK di Mojokerto

0

Operasi tangkap tangan (OTT) dilancarkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap tiga pimpinan DPRD dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto, Jawa Timur, Wiwiet Febrianto akhir pekan lalu, seakan membuktikan masih adanya tradisi suap menyuap dalam penggunaan dana APBD.

Berdasarkan rilis KPK, uang Rp 470 juta yang disita saat terjadi OTT, merupakan ‘upeti’ yang disetorkan Kadis PUPR kepada tiga pimpinan dewan yakni Ketua DPRD Purnomo dan dua Wakil Ketua Abdullah Fanani dan Umar Faruq.

Dari jumlah itu, Rp300 juta, merupakan uang suap guna memuluskan rencana pengalihan anggaran hibah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) menjadi anggaran program penataan lingkungan tahun anggaran 2017 sebesar Rp13 miliar.

Belum diketahui jelas ke mana anggaran PENS senilai Rp13 miliar itu akan dialihkan. Akankah diubah dan digunakan untuk proyek pembangunan dengan skala besar, atau dipecah hingga menjadi ratusan jenis paket proyek dalam sekala kecil. Sehingga, untuk realisasinya tanpa harus melalui lelang. Dengan begitu, bisa leluasa dimainkan dana bersumber dari dari APBD Mojokerto.

Hingga kini, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mojokerto, masih bungkam perihal rencana pengalihan anggaran senilai Rp 13 miliar tersebut. “Maaf mas, untuk konfirmasi monggo (silakan) langsung ke Kabag Humas,” kata Sekretaris TPAD, Agung Mulyono saat dikirim Okezone, Kamis (22/6/2017).

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabag Humas Pemkot Mojokerto, Choirul Anwar mengatakan, jika TAPD tidak mengetahui ke mana anggaran hibah PENS sebesar Rp 13 miliar itu akan dialihkan oleh Kadis PUPR Wiwiet. Sebab, selama ini rencana pengalihan anggaran tersebut tidak pernah sama sekali dibahas dalam rapat TAPD.

“Saya sudah konfirmasi ke beberapa anggota TAPD, tapi semuanya menjawab jika selama ini tidak pernah ada pembahasan soal rencana pengalihan anggaran itu. Jadi kami sendiri bingung ketika KPK menyatakan suap itu terkait dengan pengalihan anggaran PENS ke program penataan lingkungan,” ungkapnya.

Anwar menyatakan, jika TAPD sendiri bingung usai KPK merilis jika OTT yang terjadi di Kota Mojokerto dan menjerat Kadis PUPR beserta tiga pimpinan DPRD itu terkait dengan suap rencana pengalihan anggaran hibah PENS senilai Rp 13 miliar. Padahal, Pemkot Mojokerto sendiri masih berupaya untuk merealisasikan program tersebut.

“Sampai saat ini Pemkot masih berupaya agar hibah PENS itu bisa terealisasi. Memang, sekarang belum bisa, karena terbentur regulasi sejak karena kesalahan perencanaan anggaran di awal,” terangnya.

Mantan Camat Magersari, Kota Mojokerto ini menuturkan, memang saat ini rencana hibah PENS oleh Pemkot Mojokerto masih belum bisa direalisasikan. Sebab, sekarang proses pembangunan sekolah yang rencananya dihibahkan tersebut masih belum mendapatkan izin dari Kementrian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Maka itu, Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri) belum bersedia memberikan izin soal hibah itu. Karena diawal perencanaan anggaran, nomenklaturnya berbunyi belanja modal. Untuk bisa dihibahkan, nomenklaturnya harus mengalami perubahan ke belanja pengadaan barang dan jasa. Jadi di bangun dulu kemudian dihibahkan ke PENS,hibahnya berupa barang,” paparnya.

Kendati demikian, Anwar menyatakan jika pengalihan anggaran itu memungkinkan terjadi jika hingga waktu pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) nanti, izin realisasi hibah PENS itu belum juga keluar dari Kemendagri. Meski, ia sendiri mengaku tak mengetahui kapan pembahasan itu akan dilakukan. Sebab, jika tidak dana Rp13 miliar yang sudah dianggarkan otomatis akan musproh.

“Memang kalau seandainya tidak bisa dilaksanakan tahun ini, TAPD akan melakukan rapat untuk membahasnya, mau diapakan anggaran itu. Tapi sampai saat ini, memang belum ada pembahasan pengalihan anggaran itu. Sebab, sampai sekarang, Pemkot masih optimis pembangunan PENS ini bisa direalisasikan. Apalagi bulan Mei lalu, kita sudah melakukan MoU dengan ITS,” jelasnya.

161total visits,3visits today

Share.

About Author

Leave A Reply